Sabtu, 06 Agustus 2016

DARI PINTU KE PINTU



INI DIA GUA WITH PUNK COMUNITY...GUA YANG CEWEK SENDIRI YA GUYS...EDISI NGAMEN BARENG

Hai guys…beberapa hari gua gak ngisi blog ini bukan karena nggak ada hal - hal menyenangkan untuk gua bagi ke kalian semua. Banyak banget. Bahkan, sampek capek badanku…Dan juga yang ini nih yang lebih penting lagi…gua rasa momen beberapa hari yang lalu susah untuk gua bagi karena gak ada gambar dokumentasi yang benar - benar akurat tentang itu.
Balik lagi ke cerita perjalanan yang pengen banget gua share ke kalian. Gua bener - bener nggak nyang kalau gua bakal dapet kesempatan yang udah gua pengen banget bertahun - tahun yang lalu sejak gua masih SMA. Sejak gua ngeliatin mereka nongkrong bikin konser di sekolah gua. Aula SMASA Blitar. Kalian tahu gak itu apa ? Nongkrong dan ngamen bareng sama anak PUNK…ya…walaupun anak - anaknya pada kecil or ABG semua…karena umurnya di bawah gua semua….hihi…serasa seperti dapat koleksi adek lagi…hahaha….tenang anak - anak…saya perempuan baik - baik dan tidak menggigit (maksudnya?)
Kronologi ceritanya seperti ini. Tiba - tiba aja temen gua atau yah panggil saja dia Kiki dari PBB. Dia juga lebih muda dari gua. Ngajakin gua buat ke pesta ultah temannya. Tapi nggak jadi. Nggak tahu kenapa alasannya yang jelas nggak jadi. Terus dia telfon pacarnya dan ngajak ketemuan. Maaf…saya tidak bermaksud mendukung apalagi mengekspos cerita cinta ABG. Ini juga di luar kendali saya. Sebagai orang yang baru kenal. Tapi…semoga semuanya berakhir baik - baik dengan keputusan apapun itu yang penting tetap DAMAI.
Pacarnya ngajak ketemuan or gimana gua nggak tahu. Yang jelas keduanya saling bertemu. Di Wlingi. Lokasi lebih detailnya aku lupa. Kita berdua ketemu di dekat lampu merah pertigaan Wlingi arah ke Malang. Disanalah kita dijemput. Nanti gua perkenalkan satu per satu namanya. Atau sekarang aja ya…pacarnya temen gua itu namanya Destian or Tian. Nah…dia menjemput kita berdua bersama temannya yang punya julukan Plontos (heran juga karena rambutnya tidak plontos). Kami berempat tukeran posisi sopir. Aku dibonceng sama Plontos dan Kiki sama Tian. Nongkrong dah kita berempat di salah satu warung lesehan pinggir jalan. Disana sudah ada tiga orang yang menunggu. Ada Triwuk, Ririd, dan Aris. Perkenalan pertama gua dengan mereka yang gua pikir udah pada gede - gede karena gua cuman menilai dari fisik yang lebih tinggi dari gue. Haha…gua lupa semua anak SMP pun kayaknya juga pada lebih tinggi dari gua. Hm…sadar diri kalau kontet.
Awalnya habis pesan minuman kopi susu dan menghabiskan satu batang rokok…kami semua cabut ke rumahnya Ririd yang ada di Desa Doko. Disana kami menghabiskan malam dengan berbincang - bincang. Banyak banget yang diobrolin. Damn jangan berkhayal saya dan mereka diskus seperti orang yang sekolah tinggi. Kami semua ngobrolin sesuatu yang sederhana dan simpel daaaaan lebih banyak bercandanya. Tapi, mungkin karena niatan kami yang ikhlas buat bersaudara jadinya apapun itu tetap berkesan. Besoknya kami ngamen dari rumah ke rumah. Kami semua bagi tim. Ada yang ngamen dan ada yang bertugas untuk menjemput. Soalnya lokasi ngamen jauh dari rumah kami nginap. Ada dua babak kami ngamen. Babak pertama yang ngamen gua, Tian, Plontos, Triwuk, dan Aris. Ini dipecah lagi jadi dua tim. Tim pertama gua, Tian, dan Plontos. Tim kedua ada Triwuk. Hasil ngamennya cukup lumayan. Babak kedua ada gua lagi bersama Aris dan Tian sebagai tim pertama dan tim keduanya ada Ririd dan Plontos.
Hasil ngamen babak pertama dari tim pertama dapat 30rb tapi 3500 dibelikan rokok dua batang dan segelas minuman. Jadi yang disetor tinggal 26500. Dari tim kedua dapat 13000. Totalnya untuk babak pertama 39500. Dari sini kita ngumpul kembali dan dijemput di kuburan. Lokasi ngamen sorry banget gua lupa daerah mana. Ntar kapan - kapan gua nanya ama anak - anak. Sebelum lanjut ke babak kedua, kita sepakat untuk memenuhi hasrat gue. Makan. Lapar. Kita semua beli nasi pecel harga berapa aku nggak tahu bagian yang bayar dan pegang uang adalah si Plontos. Yang jelas kita beli nasi pecel, satu botol Aqua 1,5 liter, dan sebungkus rokok U Bold (haha…endors). Habis itu kita semua pergi ke tempat yang aku nggak tahu dimana…itu ada wiharanya yang lagi dibangun. Pokoknya tempat asyik banget. Di sini kita rehat sebelum ngamen lagi. Foto - foto, nyanyi - nyanyi, dan merokok.
Hasil ngamen babak kedua gua baru tahu pas malemnya. Kata Tian lewat telpon hasilnya dapat 30000 semua…kalau gua gak salah denger. Tapi berapapun hasilnya it’s okelah…gak penting…yang penting kisahnya. Pulang dari ngamen untuk kembali ke rumahnya Ririd aja masih butuh perjuangan kayak malam sebelumnya. Gua heran itu motor gampang banget bensinnya habis. Jadinya pasti kalau pergi bawa motornya siapa aku nggak tahu yang jelas punyanya Tian cs harus siap - siap dorong or bingung cari bensin. Hahaha…seru seru seru seru… Habis dari situ gua dan Kiki pulang deh dengan damai.
Sebenarnya kisah DARI PINTU KE PINTU ini benar - benar bawa banyak hikmah buat gua…tentang pergaulan yang sering banget didiskriminasikan tanpa filter dan minta ampun kumpulan yang berbasic dikira sampah ini tidak mendapatkan penilaian secara bijak hanya lantaran beberapa oknum yang liar dan tak bertanggung jawab mencoreng moreng sejarah perjalanan dari suatu komunitas. Bersama anak - anak ini gua benar - benar belajar hidup sederhana tanpa banyak fasilitas. Berasa kayak jadi survivor gitu…jadi…makannya kalau habis ngamen dulu…baru bisa makan…kerja dulu baru makan…boleh miskin tapi jangan ngemis…saudara sebisa mungkin harus saling jaga. Oya…gua harap gua masih bisa ketemu lagi sama mereka semua…anak - anak PUNK versi mudanya. Sebenarnya sayang juga sih ya…terlalu banyak menghabiskan waktu di komunitas saja tapi mengesampingkan hal yang lain. Kayak salah satu dari mereka yang sempat cerita sedikit tentang latar belakang pendidikannya. Aku cari tahunya dengan cara melemparkan pertanyaan yang tidak membuat dia tersinggung tapi gua dapat banyak jawaban tentang sedikit - sedikit profil hidup anggota PUNK. Dari ciri khas pakaiannya yang sangat menonjol hanya dia saja. Anting besar, celana pensil, tato, rambut semir, dan aura atau karakter penampilannya sangat kental sekali dengan anak PUNK pada umumnya. Ikut PUNK dari SD kalau nggak salah. Sampek sekarang dan kira - kira umurnya 23 tahun. Bisa bibayanginlah berapa tahun dia hanya mau hidup di jalan. Benar - benar PR banget buat kita semua kenapa masih aja ada anak yang berontak dengan sosial masyarakat dan hanya memilih komunitas yang minor atau yang sedikit pendukung dibangdingkan dengan komunitas yang lain. Melihat sosok dia semacam salah satu bentuk perwakilan pemberontakan anak - anak PUNK tentang hidup masyarakat yang memang belum bisa dikatakan adil dan bijak. Yang mungkin masih tidak memihak semua lantaran tertutup oleh ulah oknum - oknum tertentu. Sekarang gua gak hanya cuman teroti aja tapi juga gua benar - benar ketemu dan sempat hidup bareng selama 24 jam bersama mereka. Eh nggak sampek sih…pokoknya walaupun sebentar doang gua sempat ngobrol intens dengan mereka. Hope…someday mereka akan nyadar suatu saat hidup itu nggak cuman itu - itu aja…Dan segera pulang untuk menjadikan hidup lebih baik. Sehingga hidup di jalan dijadikan lahan pendidikan dikala mereka tidak mampu mengikuti program pendidikan dari negara. Sehingga, hasilnya pun tidak mubazhir…Nah…yang jadi pertanyaannya pendidikan seperti apakah itu ? Susah gua jelasinnya…karena semua itu sangat rumit untuk dijelaskan. Tapi yang paling banyak sih filosofi kesederhanaan hidup ditengah - tengah pergolakan zaman yang sarat dengan kriminalitas dan kegelapan hidup…
DARI PINTU KE PINTU kumainkan lagu dengan nada - nada sederhana. Kusenyumkan bibirku untukmu…Semoga hari ini berkesan. DARI PINTU KE PINTU kami kirimkan pesan pemikiran kami…mohon maaf apabila kurang berkenan karena kami masih belum mampu menerima hal - hal sopan penuh topeng…itulah kira - kira hal yang bisa aku petik sementara ini..tentang DARI PINTU KE PINTU…
Dari sini…gua…FLO…salam persaudaraan untuk semuanya…love u all…

Nb : semua profil yang gua sebutin gua gak ekspos fotonya secara gamblang karena gak lengkap…hehe...dan kabar buruk saat tulisan ini dibuat Kiki dan Tian sudah putus..karena maybe,,,tidak cocok…lagi2 percintaan anak muda yang mudah galau…OYA INI YANG PUALING PENTING…Buat yang inget atau mungkin baru aja baca artikel gua yang judulnya KOMUNITAS URAKAN PENGUASA LAMPU MERAH JALAN RAYA  yang gua publish tanggal 02 Februari 2015 akhirnya gua ngerasain ngamennya walau masih cuman dari pintu ke pintu aja…gua juga ngrasain tongkrongannya…hehehe…apapun itu semoga SEHAT SELALU…we will find our way to can survive…J
Posting Komentar