Selasa, 12 Juli 2016

TRACKING KELUD WITH DFAD (Dodon, Flo, Ari, Dadan) KIBARKAN MERAH PUTIH


FOTO 1 DFAD TEAM

Taqaballahu minna waminkum...mohon maaf lahir dan batin dari kami....
Halo Guys….beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 8 Juli 2016….gua bersama tiga orang alumni SMASAPALA berkumpul bersama membuat satu catatan petualangan bersama lagi. Lokasinya adalah gunung perdana gua. Oya…sebelum gua sebutin nama gunungnya, terlebih dahulu gua kenalin personilnya. Ada kembar yang bernama Dadan dan Dodon. Mereka angkatan ke XX sedangkan yang ketiga itu teman satu angkatan gua, namanya Ari dan dia cewek. Kalau yang kembar itu cowok. Ok…nama gunungnya adalah Gunung Kelud, Blitar, Jawa Timur. Kenapa gua sebut sebagai gunung perdana gua ? Karena gunung ini adalah gunung yang bener - bener jadi gunung pertama gua mendaki sebagai insan manusia yang mengenal dunia organisasi pecinta alam. Jadi ceritanya tu…waktu masih jadi Anggota Muda di SMASAPALA gua dapat ijin untuk ngerasain pendakian saat liburan. Ditemani oleh alumni angkatan VII (Om Wedhus), XVI (Om EmBe), XVII (Om Enthung), dan XVIII (Bang Far). Oya ada juga teman satu angkatan yaitu Mbak Giri sama almh. Mbak Ratna. Tambah lagi partisipan SMASAPALA yaitu Ipuk dari perseduluran arek Meduran dan juga Pius dari ekstrakurikuler fotografi. Hoho…balik lagi ke cerita gua kali ini.
Kita lanjut lagi dengan gua jelasin bagaimana rencana ini bisa ada. Hehe…berawal dari niatan silaturahmi dalam rangka merayakan Idul Fitri…gua sama Mas Dodon pergi ke rumahnya Mbak Ari yang ada di Wlingi. Sekilas info aja gua panggil dia mbak karena dia kakak kelas gua di sekolah tapi daftar SMASAPALA nya barengan sama gua. Gitu….oke lanjut lagi. Saat kita ngobrol - ngobrol dan bercanda tawa di rumahnya Mbak Ari…terceletuklah ide naik gunung sama - sama. Intinya yang jadi pilihan adalah Gunung Kelud. Alasannya dekat, dan gak butuh waktu perjalanan yang lama. Semuanya bisa disimpelkan. Persiapan pun juga gak banyak. Hanya menentukan jam berapa kita berangkat. Yes…niatan janjianku sama Mas Dodon terwujuuuud. Yes. Buka - bukaan rahasia aja sih…aku sama Mas Dodon yang lagi galau gak tahu main sama siapa karena geng perkumpulan kita lagi pisah untuk sama - sama fokus menjalani hidup di tempat yang berbeda. Yah…bahasanya kita sama - sama kesepian. Hahaha…jadinya bercita - cita main bareng. Soalnya yang lain jadi sulit untuk bisa kumpul bareng. Aku bisa mengerti itu.
Next…
Akhirnya hari yang ditunggu tiba. Rencananya mau ajak anak - anak D’Traveler tapi kayaknya aku terlalu mendadak dan semuanya masih sibuk untuk tebus dosa di keluarga masing - masing (baca: silaturahmi lebaran). Jadinya ya sama anak - anak ini aja. Maunya juga ajak Mas Heri (Ketua angkatan XXI SMASAPALA) tapi katanya terlalu mendadak. Gua ngabarinnya jam 01.00 WIB pas jamnya orang tidur.  Akhirnya ya empat orang ini yang berangkat. Grup SMASAPALA tidak ada yang ikut. Beberapa alumni juga gak bisa. Salah satunya yang gua PM itu Mas Radit (Mbah Konsultan yang keren). Mas Radit ini angkatan XVII.
Gua awalnya juga maju mundur. Jadi gak ya…jadi gak ya…sampek gak bisa tidur. Soalnya gua gak ada sepatu yang pas. Gua takut aja ntar sepatu kalau asal - asalan malah rusak. Kan sayang banget kalau sampek rusak sepatu gua. Terus menghambat perjalanan. Malah kagak jadi muncak nanti. Cadangan yang jadi satu - satunya pilihan hanyalah sepatu lari gua yang dulu pernah gua pake naik ke Batur, Bali. Duh, kesel juga sama kembar soalnya gak ada kepastian. Tapi gak bisa nyalahin juga. masih untung ada niatan mau minjamin. Dari pada nggak sama sekali. Akhirnya gua mulai nyicil - nyicil dari cari baju yang pas buat ndaki di gunung. Terus gua cari tas yang cocok. Lalu, gua ambil scarf SMASAPALA. Hm…intinya gua pikirkan semuanya. Well…rencana terlalu dadakan ini kayaknya bisa kok. Maklum, gua udah lama banget nggak ndaki dan sempet juga gua males karena beberapa faktor X yang bagi gua cukup banget buat nampar perasaan gua sebagai pendaki. Intinya gua sempat ngalamin kejadian yang pahit banget. Terus gua keluar pergi ke Indomaret sekitar jam 3 an paling ya…gua lupa. Beli air mineral, mie instan, batre untuk kamera, dan minyak kayu putih. Apapun yang terjadi besok. Intinya gua siap. Toh dalam hati gua berbisik,”Gua main sama saudara perjuangan gua…jadi…tidak akan ada masalah apa - apa…”
Paginya semua udah gua siapin…kembar datang…bawain pesanan gua. Sepatu. Well…sepatu datang tanpa solnya. Aduh, mana gua gak ada sol sepatu lagi. Akhirnya pake sepatu cadangan aja. Sepatu lari gua. Sepatu kado ultah gua dari Bapak. Belinya di Denpasar, Bali. Harga 400rb. Hahaha….sepatu yang selalu gua pake loncat - loncat dance shuffle. Sepatu yang gua pake untuk tracking ke Gunung Batur.
Perjalanan dengan mengendarai sepeda motor pun dimulai. Menuju Wlingi. Tepatnya di Kawedanan. Rumahnya si Mbak Ari. Di sana kembar minta sarapan dulu. Request rawon ditolak karena tidak ada dagingnya. Jadi dikasih soto saja. Hm…kejadian lucu tapi juga agak ngeselin. Kembar lupa kagak bilang kalau mereka tidak makan capar (baca:taoge). Alhasil sebelum makan petan dulu…Hm..Apalagi si kembar yang sulung. Lebih lama lagi dia makannya. Duh, baru ingat yang sulung itu Mas Dadan. Ragilnya Mas Dodon. Setelah mbulet dengan segala banyolan kami pun bergerak menuju pos perijinan. Jaraknya sekitar satu jam-an. Dari rumahnya Mbak Ari berangkat sekitar jam 7.23 WIB sampai pos perijinan itu jam 08.23 WIB. Nama pos perijinannya adalah Pos Pendakian Gunung Kelud. Terletak di Desa Tulungrejo, Kabupaten Blitar. Lokasinya sudah bukan di tempat perijinan sepuluh tahun yang lalu. Kalau tahun 2006 pos perijinannya berdampingan dengan kantor perhutani yang sekarang gak tahu masih aktif apa enggak…gua belum nyari info lebih lanjut dan berada di tengah - tengah deretan perumahan sebelah kiri jalan dari arah masuk desa. Kalau sekarang berada di ujung dalam desa. Maksudnya jarak 2 atau 3 rumah terakhir jalan menuju hutan. Tapi tetap di kiri jalan. Penjaganya pun juga sudah berbeda. Gua lupa namanya. Hehe maaf pikun.
Berbincang - bincang sebentar kami pun bergerak. Kalau nggak salah jam 08.39 WIB dari pos perijinan. Pagi yang cerah itu tidak ada pendaki lain selain tim kami. Satu hal yang buat gua sadar saat Mbak Ari bilang gini,”Kurang Mbak Wame aja ya…buat reunian…” Haha…gua langsung tersadar. Iya dulu kita berempat plus satu orang yang absen namanya Mega angkatan XXI ke Argapura. Kita namakan tim perjalanannya X-TRA TEAM (Exotisme Taman Hidup Rengganis dan Argopuro) tahun 2007. Yah…biarkan semangatnya yang ikut bersama kami di Kelud ini.
Bekal yang kami bawa untuk berempat hanyalah tali untuk panjat (model gimana gua gak tahu soalnya belum dijelaskan), air 3 liter dalam kemasan yang dibagi 2, satu kotak mie goreng instan, nasi satu bungkus dan bungkusan lauk, beberapa bungkus jajan lebaran. Identitas tim hanya bawa satu scarf SMASAPALA dan satu bendera merah putih.
Sedikit penjelasan, Gunung Kelud ada tiga pos. Pos pertama di pertengahan jalur antara hutan pinus (daerah terbawahnya) dan pos 2. Pos 2 itu puncak tumpak. Pos tiga submit (dekatnya puncak). Jalur yang sangat spesial adalah jalur naga. Jalur yang berada di antara pos 2 dan pos tiga. Kenapa jalur naga ? Karena jalurnya menyerupai punggungan naga. naik turun dengan kelebaran jalur yang cukup untuk satu orang plus kanan kiri hanyalah turunan lembah yang curam.
Perjalanan dimulai dengan menyusuri jalan aspal beberapa menit (baca:±11menit) untuk sampai ke jalur memasuki hutan pinus. Jalur pendakian yang sebenarnya. Jalur yang kami lewati tidak banyak berubah. Sama seperti tahun 2006. Jalur setapak untuk satu orang dengan medan yang tidak berat. Masuk hutan pinus beberapa meter belok kiri. Ada dua alternatif. Belokan kiri pertama yang nantinya akan ada pertigaan. Kalau lurus ke sungai kalau ke kanan jalur ke puncak. Alternatif kedua belokan ke kiri yang berjarak tidak terlalu jauh juga. Palingan beberapa meter (ane lupa). Itu hanya lurus saja. Nanti akan bertemu dengan jalur belokan pertama. Dulu sempat dibangun jembatan tapi sudah roboh lagi sekarang. Setelah titik pertemuan kedua jalur ini medannya langsung naik tapi gak parah. Masih ringan. Selanjutnya medan dengan kanan kiri dipagari tumbuhan yang pendek. Gua namakan ini jalur terang karena jalannya sangat terang sekali tidak terhalang pohon besar. Lalu mulai memasuki jalur - jalur yang menanjak. Cukup bersyukur gua karena setelah dibatalkan dibuka jalur lebar, jalur ini kembali menyempit dan kembali segar. Dulu sekitar 2008 / 2099 gua lupa persisnya kapan…Pemerintah sempat membuka jalur ini. Membuat jalur pendakian menjadi selebar jalan raya di dusun. Langsung merubah suhu yang ada di Kelud. Bahkan sempat ada longsor. Hm…payah…yang harusnya ada sungai jadi langsung hilang. Semoga pemerintah Blitar hanya mengkhususkan Kelud untuk pendaki saja. karena
FOTO 2 POS SATU
status aktifnya Gunung Kelud ini dan juga arti penting Kelud untuk paru - paru Blitar harus tetap dijaga. Kalau sampai pariwisata masuk, ane khawatir akan rusak dan semakin kotor. Perjalanan melalui medan yang gua ceritain barusan menuju pos satu memakan waktu sekitar 49 menit. Cara berjalannya tidak banyak berhenti di tengah jalan untuk istirahat.
Di pos dua kami sempatkan untuk pose - pose dan istirahat mengambil nafas. Ada dua jalu dari sini menuju pos 2. Jalur pertama landai tapi sayangnya tidak bisa lagi diakses. Jalur ini termasuk jalur lawas sebelum dibukanya jalur oleh pemerintah untuk obsesi pariwisata. Jalur kedua ini menanjak banget tapi inilah jalur baru yang dipakai mulai tahun 2008an kalau ane kagak keliru. Dulu awal dibukanya masih lebar banget. Sekarang sudah menjadi sempit dan pas untuk jalur satu orang. Di sini nih ane dikerjain. Udah PD naik eh disuruh turun. Mas Dadan minta lewat jalur lama. Gua sempat lupa zona. Gambaran di kepala gua ini itu satu punggungan (baca:bukit) jadi lewat mana aja pasti ketemu. Mas Dodon bilang itu beda. Mbak Ari turun karena dia bilang dia lupa beneran sama jalurnya. Gua mikir lagi. Masak beda…Gua putuskan untuk ikut aja. Tapi gua yang disuruh di depan. Duh, naik turun dah gua di tempat itu. Ada sekitar dua atau tiga kali. Kesel minta ampun. Pertama turun tapi masih di tengah - tengah. Terus naik lagi karena merasa dikerjain. Kedua turun beneran mendekati Mas Dadan. Sial gua harus cari - cari pegangan untuk turun karena sepatu gua licin. Begitu lewati jalur lawas beberapa langkah eh ditutup sama daun - daun berduri. Pokoknya di depannya lagi udah nggak jelas. Mas Dodon tetap aja ngompori. Hm…gua gak mau ah…ini bercanda terus. Akhirnya mereka menyerah dengan bercandain gua. Weks…gua langsung naik ke atas. Kasihan tidak ketemu klimaks bercandanya. Cuman ketawa terus. Mbak Ari ini yang ketipu. Hm…
Balik lagi ke jalur pendakian. Dari pos satu menuju ke pos dua semakin banyak jalur yang menanjak dengan kemiringan yang cukup membuat kami ngos - ngosan. Tumbuhannya pun sudah heterogen. Semakin heterogen daripada yang di bawah. Dari pos satu ini gua didaulat untuk jalan di depan (leader perjalanan). Alasannya gua jalan paling lemot. Jadi gua yang atur ritme atau irama kecepatan berjalan semua team. Sial kalau ngikutin yang Mbak Ari pasti udah jauh banget gua ketinggalan. Mas Dodon juga. Kalau Mas Dadan paling baru juga gua ambil beberapa langkah udah ilang aja dia. Ane lupa berapa bukit yang harus dilalui untuk menuju pos 2. Kalau perhitungan bodoh ane ada 2 bukit. Jam di tangan gua waktu itu menunjukkan pkl 11.10 WIB saat tim menginjakkan kaki di Pos 2.
PUNCAK TUMPAK CIUM DULU PUSAKAKU
FOTO 3 TUMPAK..CIUM PUSAKA
Nama tenarnya Puncak Tumpak. Kalau tahun 2006 jalur sebelum tiba di Puncak Tumpak ini berupa ilalang yang sangat panas dengan jalur yang sempit, menanjak, kalau siang panasnya bukan main, dan kalau melewati jalur ini dengan membawa beban harus sedikit pegangan kanan kiri. Tahun 2008an setelah dibuka jalur ini agak sedikit lebih licin. Tanahnya sepertinya pernah longsor atau gimana kurang. Kalau hujan jadi agak gak lebih berbahaya dibandingkan tahun 2006an. Tahun ini jadi kayak ada undak-undak mini dari batu - batuan. Jalur air hujan sangat jelas terlihat di sini. Lokasi Puncak Tumpak pun kembali seperti tahun 2006. Kosong tidak ada apa - apa. Dulu sempat dibangun pos di sini. Tapi hancur karena letusan. Oya dulu juga jalurnya nggak mengarah langsung gitu. Jadi setelah tanjakan tajam masih ada jalur landainya untuk sampai ke Tumpak. Seingatku sih. Dari pantauan yang bisa gua lakukan pemandangan yang berubah adalah sebelah kanan jalur naga tidak ada lagi air terjun. jalur naganya agak sedikit lebih menghijau. Lebih cantik. Lebih indah. Dulu tahun 2006 hanya jalur yang didominasi dengan rumput ilalang yang sangat panas. Sekarang tumbuhan hijau yang segar. Ada dua zona. Zona tumbuhan dan zona pasir berbatu. Semacam padang pasir kw12 lah. Haha….
Tim hanya sampai di sini saja kawan. Setelah mengganti bendera yang ada di Tumpak dengan bendera merah putih yang kami bawa…kami makan - makan, selfie - selfie, istirahat, lalu turun. Kami bergerak turun jam 12.30 WIB dan sampai di bawah lagi yaitu di jalur pinus bawah pkl 13.30 WIB.
FOTO 4 SEDIKIT PESAN DFAD
Catatan ini kalau terbaca oleh orang yang merasa bersangkutan atau yang mengenal orangnya tolong sampaikan. Bendera Anda saya copot. Tolong hargai arti bendera ya…saya ini juga Pramuka walau hanya sampai Penggalang saja. Tidak ada istilahnya bendera almamater di corat - coret nggak jelas kayak gitu. Sudah kumal dan sobek - sobek mirip banget kayak gombal. Jadi, atas dukungan tim saya tak ganti dengan bendera merah putih yang masih bersih dan layak. Jangan pernah meremehkan arti dari bendera. Kamu ini kan nggak tahu sejarah perjuangannya untuk membuat bendera yang bisa hebat seperti itu. INGAT PRAMUKA ITU UDAH BUKAN NASIONAL LAGI TAPI DUNIA. Tertawalah karena sahabat dan keluargamu tidak menyalahkan karena tidak tahu. TAPI HATI - HATI PARA PAKAR DAN AHLINYA YANG AKAN MENGUTUK KAMU. SAYA SERIUS.
BUAT REKAN - REKAN YANG MERASA PERNAH MEMBUANG SAMPAH DI TUMPAK JANGAN DIULANGI. PERHATIAN SEMUANYA…PENDAKI YANG KESANA GAK USAH DISEDIAKAN BOTOL KOSONG…BIAR BAWA SENDIRI SAJA. BERSIHKANLAH SEBAGIANNYA BAGI YANG KESANA. KAMI KEMARIN SUDAH. TOLONG. PENDAKIAN ITU BUKAN BAGIAN DARI JALAN - JALAN SEPERTI DI MALL. DIMANA AKAN ADA TUKANG BERSIH - BERSIH YANG AKAN DENGAN SETIA MEMBERSIHKAN SAMPAHMU. KAMU DIPERKENALKAN GUNUNG UNTUK KAMU TAHU ARTI PENTING GUNUNG BUAT HIDUPMU. BUKAN GAGAH - GAGAHAN DAPAT MENAKLUKKAN ALAM. SEDIKIT DARI SAYA. PECINTA ALAM BLITAR.
TERIMA KASIH. SALAM LESTARI..!!!!


Posting Komentar