Senin, 02 Februari 2015

KOMUNITAS URAKAN PENGUASA LAMPU MERAH JALAN RAYA

Ada banyak komunitas yang diciptakan generasi pemuda - pemudi Indonesia di tanah air tercinta ini. Mulai dari komunitas resmi yang berbau kegiatan indoor atau kegiatan - kegiatan formal sampai kegiatan nggak jelas yang hanya untuk hura - hura. Banyak kegiatan yang tercipta juga berawal dari cetusan ide sederhana yang tidak sengaja keluar saat duduk bercengkerama bersama. Katakan saja saat nongkrong bareng. Tapi yang gua tahu semuanya juga berawal dari satu hal dasar yang sama. Ini kalimat gue petik dari salah satu abang gue si Noe yang bilang "Kita semua sedang resah dan jenuh kawan..." Hahaha....kumpulan pemuda yang hiperaktif ini akhirnya banyak yng jenuh dengan dunia yang monoton dan tanpa adanya ;tantangan baru dalam dunia yang sudah tercetak aturannya ini. Alhasil, tercetuslah ide untuk membentuk negara kecil yang disebut komunitas. Penguat dari semua ini adalah adanya persamaan nasib dan persamaan rasa. Sama juga kan dengan alasan terbentuknya sebuah negara ? Hahaha...
Nah, dari sekian juta komunitas ini gua tertarik banget untuk membahasa satu komunitas yang dibilang orang atau masyarakat di Indonesia ini adalah komunitas yang merugikan. Kumpulan pemuda yang hanya tahu soal senang - senang dan tidak ingat pulang. Komunitas ini juga mempunyai markas besar di selurah jalanan. Tahu kenapa ? Karena gue selalu melihat mereka lebih banyak menghabiskan waktunya di jalan dari pada di dalam gedung. Oke, gue tahu kalau mereka juga pernah kumpul di dalam gedung. Tidak sedikit anggota dari komunitas ini yang selalu gue lihat sedang asyik duduk di pinggir jalan. Terutama di dekat lampu merah. Dandanan rambut warna - warni, telinga tindik anting - anting ukuran jumbo, celana pensil super ketat warna gelap, badan penuh tindik, dan ini yang jarang ketinggalan adalah rantai yang menggantung di pingang. Bekal gitar kecil mereka menunggu lampu lalu lintas berganti warna merah. Ya, mengamen untuk makan dan minum. Gue udah kenal dunia mereka seja gue masih jadi anak sekolahan mulai dari putih biru sampai putih abu - abu. Bahkan, saat seragam gue udah bergan menjadi seragam pelangi (seragam anak kuliahan), mereka juga masih tetap ada. Penasaran ? Gue terlalu berbelit - belit ya ? Oke...perkenalkan Komunitas urakan penguasa lampu merah jalan raya....PUNK (mohon maaf untuk anggota PUNK yang tersinggung...ini sebagian kecil anggota kok)
PUNK yang gue lihat ini adalah PUNK yang sering nongkrong di jalan raya dekat rumah. Mereka kebanyakan laki - laki. Walau ada juga perempuannya. Serem tapi mengundang rasa penasaran.
Banyak cerita yang mengatakan bahwa mereka hanyalah kumpulan anak yang bosan di rumah. Kalau menurut gue....iya juga sih...hahahahhaha....well biar lebih adil kita ulas soal PUNK aja ya ? jangan manusianya.
Pada hakikatnya sebenarnya PUNK yang memang berasal dari negara Inggri ini lahir serta merta bukan karena kejenuhan anak muda diam di rumah yang serba aturan tak bermutu menurut mereka. Buka juga tentang tempat pelarian anak muda yang broken home, broken heart, and broken life. Tapi sejarahnya ternyata ini juga erat dengan kondisi pemerintahan. PUNK awal mulanya lahir juga karena adanya bentuk penentangan terhadap sosial dan politik pemerintah pada zamannya. PUNK ada karena adanya penentangan kaum buruh pada masa itu terhadap pemerintah yang dikatakan sudah mulai menjauh dari garis haluannya. PUNK semakin berkembang melalui lagu - lagu protes yang diluncurkan. Musik ini pada perkembangannya juga turut mewarnai perkembangan musik di kalangan yang tersisihkan. Musik PUNK sempat juga tersisihkan oleh musik - musik papan atas. PUNK menjadi komunitas aliran kiri karena apa yang disampaikan adalah poin - poin jalur keras, sehingga dicap sebagai jalur kiri. Coba baca sejarahnya. Saat lahirnya waktu itu juga sempat berselisih dengan skinhead hingga akhirnya bersatu karena merasa ada kesamaan. Tapi, seiring perkembangan jaman di Indonesia. PUNK berubah menjadi komunitas yang hanya berisi anak - anak yang melarikan diri dari kenyataan. Anak - anak broken home, broken heart, dan broken life. Oke, gue akui itu tidak semua. Tapi tidak sedikit yang demikian. Bukti, karena banyak yang menjadi kumpulan pesimistis dalam hidup. Banyak pula yang tidak menyadari bahwa PUNK itu bukan sekedar lifestyle...tapi ada unsur lain yang harus dipahami. Ini juga sedikit gue ambil sebagai salah satu pedoman hidup gue.
PUNK terlahir karena adanya pemikiran yang sudah jenuh akan aturan yang semakin menyimpang. PUNK lahir sebagai bentuk penentangan terhadap ketidakadilan. Ideologi PUNK adalah DIY (do it yourselve) atau bahasa Indonesianya lakukanlah sendiri. Negara mungil yang berdiri di atas landasan kebebasan tanpa aturan. Tapi kalau ditelaah lebih jauh lagi awalnya juga hanya ingin meneriakkan suara hati manusia ekonomi kelas bawah terhadap pemerintah yang kurang adil terhadap rakyat miskin. Dengan ini gue yakin, bahwa sebenarnya PUNK lahir ditangan manusia CERDAS yang OUT OF THE BOX bukan manusia cemen. Jadi, kalau memandang rendah, cek lagi deh.
DO IT YOURSELVE --> meski ngawur tapi akan membuat kita tahu arti hidup dari golongan kiri.
Bekerja sendiri, melakukan sendiri, berpikir sendiri, meski tidak jarang melakukan hal bodoh.\
Menurut gue menjadi tantangan sendiri buat gue karena hidup menjadi serba tidak tentau dan penuh misteri. TAPI semua adalah kita yang menentukan. HIDUP BEBAS HIDUP MANDIRI.
PUNK juga secara tidak langsung mengajarkan hidup ala kadarnya. Hidup di jalan kayak gembel, Tapi, ingat etika anak jalanan tidak berlaku di dalam gedung.
Itu sih sedikit tentang anak PUNK yang gue tahu. Banyak yang bilang anak PUNK itu...negatif...
Tapi buat gue anak PUNK itu...ya....itulah pilihan hidup...PUNK tidak selamanya buruk. Tapi PUNK adalah kaum Marhaen yang tersisihkan karena lebih berteriak lewat musik, bir, narkoba ketimbang komunitas marhaen yang berteriak lewat orasi.
PUNK (pemuda Urakan Namun Kreatif)....menurut gue iya kok...setuju...ada teman gue yang ikut PUNK tapi dia juga pintar berkreasi dalam dunia yang mampu dinikmati masyarakat banyak. Dunia seni. Ada juga komunitas PUNK Islam. Banyak banget deh komunitas - komunitas PUNK yang sebenarnya jika loe kenali lebih jauh laoe akan bilang,"WOW..." Nggak sebegitu hinanya seperti keliatannya yang cuman nongkrong nggak jelas. Banyak juga PUNK yang masih menggunakan otak.
He, makin ngawur...inti tulisan ini adalah sebagai gerbang pembuka bagi teman - teman yang ingin mendiskusikan saja...silahkan cerna...apa itu PUNK dari opini pembuka gue....
Kalau kalian tanya apakah gue anak PUNK ? Jawabannya bukan...gua anak rumahan...wakakakakaka...
Salam...
Posting Komentar