Jumat, 13 Februari 2015

CATATAN SINGKAT



Dewasa ini terlalu banyak hal – hal kotor yang diangkat ke masyarakat. Hal tabu menjadi biasa. Kejam dan keji menjadi tabiat. Tragedi menjadi tontonan. Tidak ada lagi ruang pribadi untuk petinggi. Kasus kacangan diangkat sebagai penutup kasus kejahatan. Anggota dewan brselingkuh. Anggota dewan menikah lagi. Anggota dewan kepergok melihat video porno. Anggota dewan punya simpanan. Sekali diberitakan. Besok sibuk diurus hingga tuntas. Anggota dewan korupsi. Sekali diberitakan, susah ditangkap. Sekali ditangkap, sibuk bergaya di depan kamera. Lalu, hilang begitu saja. Lenyap oleh waktu dan kasus baru.
Mari kita tarik garis sejarah. Zaman revolusi besar – besaran. Tragedi per tragedi. Penghianatan Negara. Perampasan HAM. Kerusuhan besar – besaran. Diskriminasi ras. Pencabutan nyawa tanpa proses hukum. Penggelapan uang. Penjualan asset Negara. Hutang satu pulau. Semua masih belum tuntas, tapi kasus terus saja bertambah. Semakin hari bertambah kacau dan aneh. Semakin banyak kasus ikan teri menjadi layaknya penanganan kasus ikan hiu paus. Kasus sebesar bumi seakan mengecil seperti biji sawi. Terlalu dimudahkan hanya dengan lembaran kertas. Sebut dia uang. Penyelesaian pelanggaran hukum dengan pelanggaran hukum juga.
Betapa muak melihat topeng – topeng munafik. Wajah penuh tipu muslihat. Siasat untung sama untung. Tahu sama tahu. Pihak tak berpihak. Seakan negeri ini adalah negeri mainan. Kami yang berjalan tertatih adalah tuan rumah yang tersingkirkan.
Lalu, siapa yang bertanggung jawab untuk semua ini ? Anda ? Saya ? Mereka ?
Hanya Tuhan yang tahu dan menentukan akan turun dimana hati – hati malaikat. Mungkin di hati Anda, hati saya, atau hati mereka. Ketika semua turun, mungkin semua hitam akan kembali menjadi netral dan seimbang.
By FLO
Posting Komentar