Jumat, 05 Desember 2014

BERITA LAWAS TAPI TETAP TERKENANG : TRAGEDI BOM BALI 1


 
Foto Memoriam Bom Bali 1

Hari ini gue baru aja membaca sebuah komik yang menceritakan tentang Tragedi Bom Bali dari sudut pandang pelaku, korban, dan juga ustadz. Buku ini menceritakan bagaimana kronologi kejadian baik saat perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan juga dampak peledakan bom itu. Dampak yang dirasakan pelaku dan juga korban. Selain itu juga tindakan pemerintah dalam menangani kasus tersebut. Ditambahkan antisipasi penulis dalam bentuk sosialisasi singkat tentang teroris. Di dalam komik itu juga sekilas diceritakan tentang profil pelaku. Dimana pelaku mendapatkan ilmu dan dari mana awal mula niatan tindakan teroris itu. Pelaku ini adalah pelaku yang dijatuhi hukuman seumur hidup Bukan hukuman mati sama seperti rekannya Amrozi dan Mukhlas.
Guys, mungkin tragedy BOM 1 ini lewat. Kejadiannya tahun 2002. Tapi serius. Gue yakin banget, dampak ini masih terasa sampai sekarang. Gue aja yang nggak merasakan secara langsung masih tetap merinding sampai sekarang.
Sebenarnya tragedi ini dilakukan oleh manusia yang memandang kata jihad hanya dari definisinya saja. Tidak sampai pada analisis yang lebih mendalam. Tidak mencari tahu lebih dalam lagi syarat apa saja yang membuat jalan jihad berupa tindakan pembunuhan massal ini boleh dilakukan. Terbukti, seperti yang dikatakan Ali Imron sendiri di dalam penjara. Ali Imron mengatakan bahwa perbuatan mereka langsung berupa eksekusi tanpa peringatan terlebih dahulu. Nyata sudah itu adalah teroris. Gue yakin, loe semua pasti melaknat tindakan ini. Gue juga. Tapi bukan berarti kita memberikan tindakan hukuman yang asal.
Oya, sebenarnya dari tindakan ini banyak hal yang bisa kita petik. Bukti kebenaran beberapa ayat Al-Qur’an juga ada. Belajar untuk menjadi lebih manusiawi dengan mampu mencari sisi positif dari sebuah musibah juga banyak. Kita bahas satu – satu ya.
1.   Tentang keberadaan orang kafir. Orang kafir yang berarti kufur atau tertutup hatinya dari kebenaran. Ayat 6 – 7 dari surat Al – Baqarah (Insya Allah).
“Sesungguhnya orang – orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat azab yang berat.”

Beriman dalam artian ini bisa juga beriman tentang hakikat seruan kebenaran. Mereka tidak mampu mendengarnya. Bukti tindakan peledakan bom tersebut tetap dianggap jihad oleh para pelaku peledakan yang dihukum mati.

Mereka juga tertutup dari kebenaran tentang siapa yang sebenarnya menjadi perusak bumi. Mereka mengaku akan menghabisi manusi yang hanya mampu merusak alam. Tapi sebenarnya merekalah yang merusak bumi itu sendiri dengan menciptakan pertumpahan darah yang tidak seimbang. Membunuh manusia yang tidak merugikan kaum yang meman taat beragama. Manusia tersebut hanya bersama orang – orang yang menyetujui tanpa paksaan. Adapun jika ingin member peringatan harusnya kan lewat jalan baik – baik terlebih dahulu. Mereka (terdakwa yang divonis mati) menjadi bukti nyata kebenaran QS. AL – Baqarah ayat 11 – 12 (Insya Allah).
“Dan apabila dikatakan kepada mereka,”Janganlah berbuat kerusakan di bumi!” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami justru orang – orang yang melakukan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.”

Ali Samudra dan Amrozi tetap saja merasa dirinya adalah pahlawan yang menunggu detik – detik perjalanan menuju surge atas hasil jihadnya. Mereka merasa peledakan bom bali itu solusi untuk menghabisi manusi perusak bumi. Padahal pada kenyataannya merekalah yang merusak bumi.

2.   Bagi para korban peledakan juga menjadikan tempat ujian bagi mereka. Bahwa sesungguhnya dibalik kehilangan seseorang mereka sedang diajarkan oleh Allah tentang hidup berjuang sendiri. Bagi mereka yang harus menderita cacat, sesungguhnya mereka sedang diajarkan oleh Allah tentang bagaimana seharusnya bersyukur dan menjalani hidup dalam keterbatasan. Bagi mereka yang menderita kerugian materi, sesungguhnya mereka sedang diajarkan oleh Allah tentang arti dari materi yang mereka miliki adalah tidak permanen. Mereka harus belajar ikhlas dan pantang menyerah untuk mencari lagi demi mempertahankan hidup. Bukan untuk kesenangan hidup. Secara keseluruhan juga diingatkan Allah bahwa kita terkadang harus bersatu saling mendukung agar bertahan hidup. Saling tolong menolong. Banyak ayat yang membuktikan tentang ini. Hari ini sulit, sesudahnya pasti mudah. Seperti kisah hidup salah satu korban yang akhirnya justru berjihad menjadi motivator bag korban yang lainnya. Ibu Hayati. Beliau contoh nyata bukti kebenara dari QS. Asy Syarh ayat 6.
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

Berkata ikhlas untuk hal yang menyakitkan memang berat. Tapi, bukankah tidak ada hal yang tidak mungkin. Gue rasa semua hanya tergantung dari “MAU” atau “TIDAK MAU”

3.   Kalau dari gue sendiri juga memberikan banyak pelajaran. Pertama, hati – hati dalam menyerap ilmu. Kedua, jikalau engkau ingin berbuat, lakukanlah tindakan yang nantinya pasti sudah dapat kamu pertanggungjawabkan. Tindakan yang tidak merugikan orang lain. Jikalau terpeleset, segera mohon ampunan. Heh…karena ana juga masih sering khilaf.

4.   Adanya tindakan peledakan BOM ini juga bukti nyata bahwa agama itu memang ibarat pisau bermata dua. Ini pun penggunaannya tergantung orangnya. Kalau benar akan menjadi senjata untuk memerangi musuh manusia (syetan) dan kalau salah justru akan menjadi pembunuhan pada diri sendiri.

5.   Pelajaran juga nih bagi yang gemar banget mempelajari Al-Qur’an (Alhamdulillah). Jangan menggunakan sembarangan. Pelajari dengan cermat. Jangan memotong per bagian secara sembarangan. Harus dicari tahu runtutannya kenapa hingga keluar ayat – ayat demikian.

6.   Terus, disini nih yang bener – bener kunci penting bagi korban yang masih dendam. Maka diujilah kesabaran kamu yang paling sabar. Karena kejahatan yang teramat keji telah diperlihatkan di depan mata kamu bahkan merugikan kamu. Apabila mampu melewati, Insya Allah engkau semakin dikasihi Allah. Apabila berniatan yang jelek, maka engkau tidak ubahnya sama seperti mereka. Sesungguhnya ini juga tipu daya syetan yang ingin menciptakan pertumpahan darah yang tiada henti diantara kita.

Guys, gue bukan korban BOM Bali secara langsung. Gue juga tidak melihat secara langsung kejadiannya. Tapi gue bisa paham kalau kehilangan hal yang berharga itu sakit. Apalagi kita tidak bisa menutup mata kita karena diperlihatkan setiap hari. Sudah bertahun – tahun. Gue yang (Insya Allah) memang sensitive ini bisa merasakan atmosfernya di Bali. Karen ague sekarang stay di sini. Ada luka yang belum terobati. Mungkin sampai engkau mati. Tapi, jadikan pelajaran berharga. Cambuk setiap hari untuk tidak ikut serta menyakiti orang lain. Manusia – manusi yang divonis mati itu nyata sudah melakukan dosa besar. Insya Allah, sudah nyata bahwa neraka telah menjadi tempat mereka untuk membayar ratusan nyawa. Karena ini sudah tertulis jelas dalam Al-Qur’an. Jangan persulit hidup dengan terus berniat seandainya punya kesempatan turut menghukum juga. Mereka sudah menjadi urusan Allah. Isi hidup kalian yang memang berat ini dengan hal yang dapat memperingan sakit kalian. Motivasi diri. Mengembangkan hidup. Mengisi hal yang lebih bermanfaat bagi sesama. Jadi contoh manusia yang mampu melewati musibah dengan tetap berdiri di zona kekasih Allah.
Tulisan ini tidak bermaksud menggurui. Hanya ingin membantu untuk sedikit mengurangi rasa sedih. Jujur, sampai sekarang peristiwa itu juga terus berkesan bagi saya. Semoga semua korban mampu tabah. Amin. Semangat. Saya di sini ada untuk menunjukkan bahwa permasalah hidup tidak hanya demikian. Saya juga mengalami banyak hal yang pahit. Bukan BOM. Tapi saya juga pernah kehilangan. Saya bisa bertahan sampai sekarang. Maka Anda harus bisa juga. Yuk, saling menginspirasi.
Buat penulis komik gua salut banget. Semoga pembaca akan mampu menangkap berita itu dengan bijak. Amin.

Oya. Tambahan. BUKTI PELEDAKAN BOM BALI INI ADALAH KEJAHATAN. Semua umat Islam di dunia mengecam tindakan ini. Cari aja di Google tentang reaksi – reaksi umat Islam. Tidak sedikit yang unjuk rasa menunjukkan bahwa ini sudah bukan Islam lagi. Tapi kumpulan teroris. Musuh Islam.

Guys, ini opini gue, Gimana loe ?
Posting Komentar