Minggu, 09 November 2014

HAKIKAT TUJUAN NAIK GUNUNG ALA KENTANG

Ini cerita gue tentang alam dan insannya. Berhubung udah lama banget gue kagak naik gunung, sebuah kerinduan yan amat besar sebenarnya. Hanya saja belum menemukan waktu yang pas. But, ini bukan berarti gue pesimis. Gue yakin akan tiba masanya untuk gue naik gunung lagi (senyum bangga tanpa cengiran kuda).

Hm...kalau gue lihat dan amati tanpa pake acara menerawang ni ye...gunung itu buat gue sebenarnya tempat the best buat menempa karakter gue. Ya...karena di gunung gue tahu apa arti keberanian untuk memperjuangkan keinginan tanpa sedikit pun melalaikan nyawa. Belajar menghargai nyawa kita sendiri. Belajar memahami arti penting dari setetes air. Mempraktikkan langsung manajemen hidup. Bagaimana kita merencanakan perjalanan, melakukan persiapan, melaksanakan perencanaan itu, hingga akhirnya tiba di tujuan. Tahu nggak...hakikat tujuan anak naik gunung itu apa? Pasti banyak yang bilang tujuannya adalah "PUNCAK". Gue juga setuju itu. Tapi persetujuan gue hanya berlaku untuk hari kemarin. Setelah gue renungkan, sebenanrnya tujuan dari naik gunung hakikatnya adalah titik awal kita berangkat. Rumah. Pendakian dikatakan sukses berhasil apabila selamat tiba di rumah. Kenyataan. Tidak ada satu pun insan pendaki setelah tiba di puncak akan diam selamanya di puncak. Pasti akan turun. Berjam - jam naik ke puncak hanya untuk berfoto ria dan duduk disana untuk beberapa menit lalu akhirnya turun kembali dan pulang. Fakta lainnya, setiap sebelum memulai pendakian selalu berpesan,"Doakan kami sampai puncak dan pulang ke rumah lagi dengan selamat." Semua manajemen perjalanan pasti dimulai dari berangkat dari rumah dan ditutup dengan tiba kembali di rumah. See...fakta...orang naik gunung kita ibaratkan anak kecil yang pergi bermain ke taman lalu sorenya pulang lagi. Masih belum yakin ? Ini ala para instruktur pendakian. Prinsip berpetualang adalah pergi dengan selamat pulang juga dalam keadaan selamat.
Hakikat dalam naik gunung ini...jika kita kaitkan dengan hidup....gue pake kata filosofinya aja ya...tujuan manusia hidup pasti adalah pergi dari rumah (sebut saja ia nirwana) menuju puncak (sebut saja cita2,tugas,keinginan,dll) ketika sudah selesai...pasti pulang ke rumah kembali. Sejauh apapun melangkah pergi. Secara otomatis kita akan kembali lagi ke rumah.

Begitu banyaknya hal yang gue dapat dari naik gunung...buat gue selalu berkata,"Kutemukan jiwaku di gunung".

Ini menurut gue....sedikit tentang pemikiran gue soal gunung. Bagaimana dengan kalian ?
Posting Komentar