Sabtu, 22 November 2014

AKSI BALI TOLAK REKLAMASI

Alam diciptakan untuk dieskplorasi dan bukannya untuk dieksploitasi. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan pangan, alam juga berperan penting dalam menjaga stabilitas bumi. Apapun bentuknya jika semua tindakan itu merugikan alam, niscaya akan memberikan dampak kerusakan yang lebih parah di belakang hari.
Hingga hari ini, warga Bali dengan atas nama rakyat cinta bumi, masih terus meneriakkan suara "TOLAK REKLAMASI DI TELUK BENOA". Para pecinta bumi ini tidak rela, hanya karena ekonomi, bumi dewata dihancurkan. Pantai Serangan adalah bukti nyata dampak dari reklamasi. Jangan sampai terjadi untuk kedua kalinya.
Berbagai cara telah ditempuh untuk menggagalkan perpres tentang reklamasi Teluk Benoa ini. Mulai dengan orasi hingga aksi panggung. Seperti malam ini. Para aktivis pecinta bumi Bali ini menyelenggarakan konser di Padang Galak. Banyak musisi dan seniman yang berpartisipasi dalam acara ini. Nymphea, Devil Dies, Ganjil, The Ripper, Cokorda Sawitri, Barock and Friends, Dewa Alit Salukat, dan masih banyak lagi.
Aksi ini tidak hanya berhenti di sini. Tanggal 28 November 2014 pkl 13.30 WITA akan diadakan aksi massive di Lapangan Timur Renon. Bagi Anda, yang membaca informasi ini silahkan bergabung. Saatnya membuka mata hati kita, menyatukan suara kita, memperkuat kekuatan kita untuk Bali. Akan berlangsung seperti apakah aksi TOLAK REKLAMASI yang selanjutnya...datang dan bergabunglah...!!!

CINTA BALI, TOLAK REKLAMASI
SAYANG BALI, MARI IKUT AKSI
JANGAN HANYA BERDIAM DIRI
Posting Komentar