Senin, 07 April 2014

UDAYANA PENCETAK GENERASI BERKARAKTER BUDAYA INDONESIA UNTUK MASA DEPAN



Logo Kebanggan Udayana

Kehidupan bermasyarakat di era arus globalisasi yang semakin pesat dan terbuka di semua sektor ini dikhawatirkan akan semakin menggerus rasa nasionalisme bangsa dan melemahkan nilai – nilai kebangsaan Indonesia. Adanya kemerosotan modal sosial yang bersumber dari berbagai suku, agama, ras, bahasa, dan lainnya menimbulkan berbagai konflik dan kekerasan. Ditambah lagi dengan adaya pendidikan yang lebih mementingkan outcome daripada proses secara perlahan dapat merusak karakter bangsa karena anak didik terbiasa berpikir instant untuk memperoleh hasil dengan cepat. Bila dibiarkan berlarut – larut, dikhawatirkan kepribadian karakter budaya Indonesia bisa musnah.
Berdasarkan latar belakang kehidupan masyarakat yang terjadi seperti di atas, didirikanlah sebuah Universitas Udayana pada tanggal 29 September 1962. Berdasarkan Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003, pasal 3 :
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab.”
Universitas terbesar di provinsi Bali ini menjunjung tinggi visi Udayana, yaitu : “Unggul, Mandiri, Berbudaya.”
Berdasarkan visi yang diemban oleh universitas yang telah berdiri selama 51 tahun ini, universitas ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang karakter bangsa dalam pembangunan dan kehidupan masyarakat, untuk meningkatkan pemahaman dalam melakukan sesuatu untuk hidup, mengerjakan apa yang telah diketahui dan kompeten dibidangnya, untuk memahami pembelajaran dalam mengenal diri sendiri, karakter diri yang tak terpisah dari pengaruh lingkungan, menjadi “human”, serta belajar bagaimana hidup bersama berdampingan membangun jejaring demi kepentingan nasional yang lebih besar.
Dalam pelaksanaan tujuannya, Udayana mengembangkan tiga nilai yang bersumber dari “TRI HITA KARANA”. Yaitu, hubungan harmonis manusia dengan Tuhan, hubungan harmonis manusia dengan sesama manusia, dan hubungan harmonis manusia dengan lingkungan sekitar.
Menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan yaitu selalu bertawakal, menjalankan segala perintah-Nya, dan menjauhi semua larangan-Nya. Contoh sederhanya selalu berdoa, beramal, dan menolong sesama.
Menjaga keharmonisan dengan sesama manusia adalah selalu menjaga tali persaudaraan yang telah terjalin. Menjaga sikap toleransi antar sesama, mampu menjaga tingkah laku dan ucapan sesuai dengan tempat, waktu, dan kondisi. Memelihara kebersamaan, selalu bersikap jujur, dan tidak saling merugikan.
Menjaga keharmonisan manusia dengan lingkungan sekitar yaitu dengan cara melestarikan alam sekitar, tidak melakukan eksploitasi terhadap sumber daya alam yang ada, serta menjaga keseimbangan alam.
Dengan hanya mengembangkan “Tri Hita Karana” saja masih belum cukup. Berdasarkan visi yang ada serta berangkat dari letar belakang kehidupan bermasyarakat masa kini, Universitas Negeri Udayana menerapkan strategi pembangunan karakter bangsa yang berbudaya melalui pendidikan karakter bagi mahasiswanya.
Melalui teori pendidikan, psikologi, nilai sosial budaya yang mengandung nilai – nilai luhur yang berpedoman dari agama, pancasila, UUD 1945, serta UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas, ditambahkan dengan pengalaman terbaik (best practices) dan nyata untuk proses pembudayaan dan pemberdayaan secara intervensi dan habituasi, juga dilengkapi dengan perangkat pendukung seperti : kebijakan, pedoman, sumber daya lingkungan, sarana dan prasarana yang memadai, kebersamaan, komitmen pemangku kepentingan, maka akan menghasilkan perilaku yang berkarakter.
Nilai – nilai luhur dalam perilaku berkarakter meliputi empat (4) hal, yaitu : olah pikir, olah hati, olah raga, dan olah rasa atau karsa. Olah pikir yaitu bagaimana berpikir cerdas, kreatif, kritis, bersifat inovatif, selalu ingin tahu, berfikir terbuka, produktif, berorientasi iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), dan reflektif. Olah hati selalu bersikap jujur, beriman dan bertakwa, memegang teguh serta menjalankan amanah, bersikap adil, bertanggung jawab, memiliki empati, berani mengambil resiko, pantang menyerah, rela berkorban, dan berjiwa patriotik. Untuk olah raga yaitu memiliki fisik yang tangguh, bersih dan sehat, disiplin, sprotif, handal, berdaya tahan tinggi, bersahabat, kooperatif, determinatif, kompetitif, ceria, dan gigih. Terakhir adalah olah rasa atau karsa. Mempunyai sikap peduli, ramah , santun, rapi, saling menghargai, toleran, suka menolong, mau gotong royong, nasionalis, kosmopolit, mengutamakan kepentingan umum, bangga menggunakan bahasa dan produk Indonesia, dinamis, pekerja keras, dan beretos kerja.
Lingkungan universitas yang terdiri dari dosen dan mahasiswa di arahkan atau diorientasikan ke arah perkembangan budaya akademik dengan memperhatikan etika akademik, berpedoman pada nilai – nilai luhur yang ada, maka terciptalah lingkungan budaya akademik yang nantinya mampu mencetak lulusan mahasiswa yang memiliki karakter budaya yang kuat.
Universitas yang mengemban visi dan misi yang mulia ini kini senantiasa berusaha menciptakan lingkungan pendidikan yang selalu menanamkan nilai – nilai luhur yang membangkitkan rasa nasionalisme dan meningkatkan nilai – nilai kebangsaan Indonesia, serta mengajarkan proses secara bertahap agar tercipta karakter yang kuat dan berkualitas, serta berbudi luhur.
Harapan Universitas Udayana untuk kedepannya nanti adalah ingin semua lulusan mahasiswa yang mengenyam pendidikan di universitas ini mampu menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas. Tidak hanya memiliki otak yang cerdas, kreatif, dan inovatif. Tetapi juga memiliki sikap disiplin yang tinggi, tanggung jawab, juga menjadi manusia yang berkarakter budaya Indonesia.
Dengan mencetak lulusan sarjana yang memiliki karakter seperti di atas, jalan untuk menuju cita – cita besar Udayana pasti akan tercapai. Yaitu menjadi “World Class”. Universitas tingkat dunia. Menjadi universitas yang diakui kualitasnya bukan hanya di dalam negeri saja, tetapi juga di mata dunia.
Posting Komentar