Selasa, 01 April 2014

MENJADI FIGUR PEMIMPIN IDAMAN YANG JADI BURONAN

Manusia butuh kepala. Tanpa kepala tentu tidak akan hidup. Begitu pula dengan sebuah perkumpulan yang biasa disebut komunitas, organisasi, bahkan sebuah lembaga. Dibutuhkan figur pemimpin untuk menjadikannya hidup. Istilah semua orang yang lahir ini memang ditakdirkan menjadi pemimpin. Minimal menjadi pemimpin untuk diri sendiri. Otomatis istilah tersebut menegasskan bahwa setiap orang bisa menjadi pemimpin. Namun, tunggu dulu kawan.....satu pernyataan dariku setelah melakukan penelitian underground (wakakakakak).....tidak semua orang mampu menjadi pemimpin yang baik, berkualitas, dan benar - benar menjadi IDAMAN. Sementara sosok yang semua orang cari adalah pemimpin yang benar - benar mampu memimpin semua pemimpin. Berdasarkan pengalamanku dan pemikiranku, inilah ulasan tentang "MENJADI FIGUR PEMIMPIN IDAMAN YANG JADI BURONAN"

Mulai dulu dengan analisis pengertian pemimpin.
1. Pemimpin adalah individu manusia yang diamanahkan memimpin subordinat (pengikutnya) ke arah mencapai matlamat yang ditetapkan. (Ahmad Rusli dalam kertas kerjanya Pemimpin Dalam Kepimpinan Pendidikan (1999)
2.Pemimpin adalah seorang yang menjadi titik pusat yang mengintegrasikan kelompok. ( I. Redl dalam “Group Emotion and Leadership”)
Dari dua itu dapat gua simpulin coy...kalo intinya pemimpin itu kunci sukses hidup atau matinya suatu perkumpulan.

Nah...karena dia jadi kunci sukses, maka seorang pemimpin itu bukanlah orang yang hanya bisa memerintah. Tapi pemimpin yang memiliki beberapa keahlian.
Kuncinya pemimpin itu tahu tentang psikologi, manajemen organisasi, manajemen konflik,trik dan strategi,dan tentunya wawasan mengenai komunitas/organisasi/lembaga yang dipimpin.
Ini nih gunanya....
1. Psikologi
Kalo lo mimpin orang tanpa tahu kemampuan berdasarkan karakter, lo bisa aja salah kasih posisi ke anggota loe. Bukannya rencana suskses, malah bisa jadi loe kehilangan anggota lantaran tu anggota loe sterss trus kabur. Kalaupun dia masih ngerjain tugas yang loe kasih, bisa jadi hasilnya gak optimal. Psikologi bukan hanya untuk psikiater. Tapi juga untuk aktivis sperti kita - kita ini.
2. Manajemen Organisasi
Organisasi tanpa adanya pengaturan yang bernama manajemen ibarat sayur tanpa garam coy. Dua kata yang bergabung menjadi satu ini udah kagak bakal bisa didpissah lagi. Nempel terus kayak amplop ama perangko. Hm...ibaratnya lagi ya...organisasi itu rumahnya dan manajemen adalah hiasan dan yang menghidupi rumah itu agar menjadi terus hidup. Tanpa adanya pengaturan berupa manajemen, ibarat kompas yang tak berarah. Akan kemana - mana tu organisasi. Bayanging. Seorang artis baru akan terus berkarir dengan baik bila dibawahi oleh manajamen tertentu. Begitu pula dengan oraganisasi. Nah, seorang pemimpin harus tahu tentang bagaiamana manajemen yang baik dalam sebuah organisasi. Dimana mampu mengatur segala kebutuhan dan peraturan agar suatu organisasi dapat hidup.
3. Manajemen Konflik
Dalam organisasi atau suatu perkumpulan terdiri dari banyak kepala yang beragam pemikiran dan keinginan. Kemungkinan untuk terjadi konflik cukup besar. Nah, sebagai pemimpin musti paham bagaimana cara memanajen suatu konflik. Bahasa sederhananya memecahkan konflik. Kalau berdasarkan pengetahuan gua...gunakan analisis SWOT dalam mempelajari suatu konflik...baru gunakan cara WIN  WIN SOLUTION....modal manajemen konflik ini akan membawa pemimpin pada posisi netral dan akan mampu menyelesaikan permasalahan dengan bijak.
4. Trik dan strategi
 Kalau dalam hidup kita butuh jurus untuk bertahan, dalam organisasi pemimpin harus punya trik dan strategi khusus yang cukup ampuh untuk menjalankan semua program - progam selama ia memimpin. Mempunyai trik dan strategi yang ampuh untuk membuat anggota pasif menjadi aktif, dan anggota aktif tidak menjadi hiper. Nah, cara menemukannya dengan banyak membaca tokoh penting yang pernah menjadi pemimpin dan modifikasi cara mereka sesuai karaktermu.
5. Wawasan
Nah, ini nih. Modal yang jangan pernah lupa dan selalu menjadi sorotan utama bagi mereka yang akan mencalonkan dirinya sebagai pemimpin. Wawasan. Bukan tentang pengetahuan umum saja. Bukan juga tentang cara - cara memimpin. Tapi pengetahuan dan wawasan tentang organisasi atau komunitas yang akan dipimpin. Seorang pemimpin tidak akan pernah menjadi pemimpin yang baik ketika dia sendiri tidak mengenal rumah yang ia jadikan sebagai singgasana kepemimpinannya. So, must to learn before you want to be a leader.

Dengan sedikit modal di atas berilah bumbu PERCAYA DIRI dan KEYAKINAN TINGGI namun bukan menjadikanmu sosok yang terlalu PERCAYA DIRI dan terlalu BERKEYAKINAN TINGGI...
Wah...duijamin...bukan hanya jadi pemimpin idola. TAPI BURONAN.
Siapa yang mau...?
Posting Komentar