Senin, 07 April 2014

KOTAK AMAL



Semua pasti tidak lagi asing dengan benda yang berbentuk kotak, terbuat dari kayu, salah satu sisi terdapat lobang kecil tempat menyelipkan entah kepingan atau lembaran uang. Dengan kunci berbentuk gembok kecil, benda ini diletakkan di beberapa tempat yang biasa dilalui oleh umat yang hendak memasuki atau keluar masjid atau musholla. Ya, itulah kotak amal. Banyak orang menyelipkan sebagian rejekinya ke dalam kotak amal tersebut. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah sebagian dari ibadah, yaitu beramal. Berharap agar uang yang ia masukkan ke dalam kotak amal ini dapat berguna untuk memakmurkan masjid atau untuk membantu orang yang membutuhkan.
Lalu, siapakah yang mengelola uang amal tersebut? Sudah pasti adalah pengurus yayasan masjid. Pengurus yayasan masjid inilah yang berkewajiban untuk mengelola uang umat ini agar tujuan dan harapan para umat yang mengisi kotak amal tersebut tercapai.
Tindakan apa sajakah yang dilakukan dalam pengelolaan masjid tersebut?
Pertama, membeli perlengkapan ibadah yang diletakkan di dalam masjid. Tujuannya adalah menyediakan bagi umat yang mungkin saja tidak mempunyai atau tidak membawa perlengkapan ibadah karena terburu – buru atau dalam kondisi bepergian.
Kedua, membeli perlengkapan untuk menjaga masjid atau musholla tetap indah. Hal ini akan membuat para umat tenang dalam beribadah.
Ketiga, mengadakan kegiatan yang bersifat memberikan ilmu kepada umat. Seperti : pengajian, pelatihan, dan sebagainya.
Semua kegiatan yang bersifat ibadah dan diperuntukkan ummat yang membutuhkan, itulah yang diperbolehkan.
Hal yang perlu diketahui adalah larangan menggunakan dana umat untuk kegiatan yang tidak bersifat ibadah. Seperti refreshing. Walaupun yang menggunakan adalah orang – orang yang memakmurkan masjid. Dengan alasan bentuk apresiasi juga tidak dibenarkan. Menjadi pengurus masjid, itu adalah sebuah ibadah. Bentuk apresiasi itu sendiri sudah diberikan oleh Allah. Lillahita’ala itulah yang seharusnya ditanamkan dalam hati para umat yang bertindak sebagai pengurus masjid. Orang yang memiliki peranan dalam memakmurkan masjid.
Kecuali, jika kegiatan itu mendapat persetujuan dari semua umat yang mengisi kotak amal tersebut. Tapi ingat. Andaikan mendapat persetujuan dari hampir keseluruhan umat, tapi satu saja tidak setuju, maka hal itu tidak sah. Jika tetap dilanjutkan, urusannya di akhirat lho… bagaimana anda mempertangung jawabkan hal itu ?? Beranikah Anda..???
Posting Komentar