Rabu, 02 April 2014

CINTA DEWASA vs CINTA ANAK - ANAK



Tiba – tiba aja gue ingat dengan salah satu cerita milik Raditya Dika. Judulnya “Cinta Brontosaurus”. Singkat cerita ia menyimpulkan bahwa cinta orang dewasa adalah cinta yang lebih primitive dibandingkan dengan cinta anak – anak yang dikenal dengan julukan “Cinta Monyet”.
Kalau dipikir lebih jauh lagi itu memang benar. Kenapa yah…kita yang ngakunya udah dewasa lantaran udah pegang KTP dengan nama sendiri cenderung memperumit kisah cinta kita sendiri. Dimana urusan hati tidak sekedar hanya karena suka. Lain kalau masih jaman ingusan. Cukup satu kata, “Suka.” Maka tindakan katakana cinta dan mengejar cinta dengan semangat melebihi Ngurah Rai melawan penjajah hanya karena ingin mendapatkan hati pujaan tercinta.
Cukup menarik untuk dikenang. Masa anak – anak…ehem oke…masa remaja bagi loe yang gak mau disebut anak – anak karena mungkin sudah pubertas duluan. Haha… Melirik diam – diam wajah pujaan hati dan cengar – cengir sendirian ngebayangin bisa duduk berdekatan dan bercanda mesra. Hm..benar – benar pubertas kecepetan. Lalu esoknya, udah bilang gini,”Aku suka kamu…kamu mau nggak jadi pacarku…?”
Hal ini jelas tidak akan terjadi bagi orang – orang yang sudah ber-KTP. Ketika hari ini ia melirik secara diam – diam gadis pujaannya dan membayangkan bisa kencan bareng, esoknya dia akan berubah jadi detektif untuk cari tahu tentang pujaan sebagai bahan pertimbangan. Mulai dari nama sampai hal – hal paling sederhana yang sepertinya nggak penting banget buat cowok or cewek normal yang ingin kenal seseorang. Hm…acara taksir – menaksir berubah jadi sensus penduduk. Kalau jadi orang Indonesia ditambah lagi dengan menimbang bibit, bebet, dan bobot.
Kalau itu udah semua, baru masih akan dipikirkan untuk dijadikan calon atau hanya jadi idola ajah or hanya dibiarkan berlalu. Setelah diputuskan untuk dimasukkan dalam daftar calon pasangan, baru akan masuk pada tahap penembakan melalui PDKT. Nah, untuk hal ini saja kadang masih molor berabad – abad. Alhasil, ilang duluan gebetan diambil orang.
Begitu rumitnya hanya untuk menjadikan pasangan masih awal perjalanan. Belum lagi saat berpasangan. Memikirkan bagaimana menyatukan perbedaan dua kepala yang emang pada dasarnya gak akan sama 100% coy….
Begitu rumitnya cinta para orang dewasa. Gue jadi mikir. Bila urusan cinta aja serumit ini…kadang gue lebih milih balik ke cinta monyet aja. Kalau lu guys…??
Posting Komentar