Kamis, 20 Maret 2014

ARTI KATA KEREN MENURUT ANE

Setiap orang pasti senang bila dirinya dibilang "keren". Kalo orang udah ngedapetin julukun kata "keren" berarti dia oke punya. Menarik itu sudah pati. Walaupun nilai wajah pas - pasan.

Nah, menanggapi kata "keren", gue sebagai penulis artikel konyol ini juga lebih senang jika disebut "keren" daripada "cantik". Setidaknya orang yang mengatakan gue keren adalah orang - orang yang jujur daripada orang - orang yang mengatakan gue cantik karena alibi perasaan suka ama gue. Wakakakakakakak.........

Well, keren itu penting gak penting seh.....hanya saja terkadang kata keren ini disalahkaprahkan dengan adanya budaya westernisasi yang masih saja terus melanda negeri yang gue sendiri juga gak tahu arahnya sebenarnya keman...easternisasikah.....northnisasikah...atau.....apalah...gak tahu....

Salah satu contoh kasus yang sering bikin gue geleng - geleng kepala (bukannya lagi joged menikmati oplosannya sok imah lho ya...)
Gua nggak ngerti kenapa kata keren itu identik dengan hal - hal yang diimpor dari luar negeri sedangkan produk asli buatan sendiri itu disebut ndesa alias katrok. Kalau bahasa gaul asal gua itu ndesit coy....

Coba lu lihat di lingkungan sehari - hari atau bahkan mungkin di media sosial. Dimana orang yang berkata "yes", "no" adalah orang yang bersosok elite. Jas pesta, cat rambut pirang, pokoknya cakeplah. Cerminan tampang juragan kaya. Nah, kalau yang bilang "nggih", "mboten" itu pasti identik dengan blangkon dan orang yang berkulit coklat sawo matang. Oke, menurut bule itu mencerminkan orang yang cinta kebudayaan sendiri dengan terus mengenakan blangkon. Juga ciri - ciri kulit yang sungguh eksotis cetar membahana. Tapi kenapa harus mencerminkan sosok pembantu udik...??? Hello... kita yang berkata bahasa Jawa halus kenapa didentikkan orang desa yang udik, berpangkat rendah...sedangkan bahasa impor itu pangkat juragan...??

Secara tersirat itu menandakan bahwa budaya sendiri tidak lebih hebat darpidapa orang luar negeri...hmmmmmmmmmmmmmmm.................


Benarkah demikian...???
Kalau tidak...coba kita balik.....

Orang yang bermodel baju compang - campin bilang "yes", "no"... dan orang dengan pakaian keraton bilang "nggih", "mboten".

Asyek.....

Tapi intinya...belajarlah menghargai budaya sendiri dari hal paling sederhana...sesuatu itu berasal dari hal yang paling sederhana...


CINTAI BUDAYAMU DAN BUDAYAMU AKAN MENCINTAIMU PULA..... !!!


TRESNA SAMPEK MATI KALIAN BUDAYA KAWULA PIYAMBAK....

TIYANG SAKING TANAH JAWI WETAN....
Posting Komentar