Kamis, 20 Maret 2014

JALAN TOL BALI MANDARA, KEREN TAPI MERUSAK BALIKU

Bagi teman - teman semua yang tinggal di Bali pasti tahu apa itu jalan tol Bali Mandara. Itu tuh...jalan tol yang super duper panjang dan dibangun di atas laut. Hm... konon katanya dan memang berdasarkan kaca mata penulis sendiri jalan tol ini memang keren. Bisa buat kita menghindai macet di beberapa titik daerah Denpasar dan Tuban. Ditambah lagi bisa melintas di atas laut. Walaupun tidak secara langsung.
Oke...tapi bukan ini yang mau saya bahas. Ketika saya melintas di atas jalan tol (ehem...bagi gue yang mahasiswa perantau dengan kantong pas - pasan harus lebih sering mikir dulu untuk lewat jalan tol ini karena 4000 sekali lewat bisa buat beli mie instan 2 bungkus). Lanjut....balik ke cerita ya...

Saat melintasi jalan tol...saya menemukan satu fakta yang seharusnya segera untuk ditindaklanjuti. Beberapa hektar hutan mangrove dibabat hanya untuk jalan tol yang sampek sekarang masih sepi - sepi aja dan ruas jalan di beberapa titik yang katanya tidak akan macet tetap saja macet. Huh... gimana itu yak..???

Mengingat lokasi Bali yang mana pemukimannya sangat dekat dengan pantai seharusnya pemerintah Bali cukup bijak untuk terus memperhatikan kondisi tempat - tempat yang rawan akan dampak air laut. Berdasarkan logika saya...tentu saja setelah mendapat pencerahan pelajaran Geografi di SMA kelas 2, lokasi rawan bencana alam dan sebenarnya tidak boleh dijadikan tempat pemukiman adalah lokasi yang berjarak dekat dengan pantai dan laut. Minimal harus terhalang bukit dan berjarak beberapa ratus meter dari pantai. Lebih meminimalisir lagi...dibuat beberapa tempat yang memang memiliki potensi lebih besar akan tsunami sebuah wakakaka.....hutan bakau...maaf bahasanya kacau....
Intinya seh...keberadaan hutan bakau di Bali itu sangat penting untuk keberlangsungan hidup masyarakat Bali.

Mari kita analisis bersama secara serius berdasarkan kondisi Bali.

Bali...pulau kecil yang sangat dekat dengan pantai. Pulau kecil yang memanfaatkan air untuk kebutuhan sehari - hari dari Danau Batur, Tamblingan, dan Buyan. Pulau ini semakin lama jumlah peresapan airnya semakin berkurang karena pesatnya pembangunan industri.

Keadaan ini tidak begitu kentara karena saat hujan datang....hutan mangrove masih mampu untuk membantu menyerap air hujan....

Bayangkan...proyek besar jalan tol yang telah memusnahkan bejuta - juta pohon bakau (maaf kalau salah jumlah) membuat beberapa dampak yang cukup serius dan harap dipertimbangkan baik - baik. Kalau tulisan di atasnya terkesan guyonan, semoga hati kecil Anda tidak akan tertawa untuk kalimta selanjutnya.

1. Cuaca semakin panas di Bali dengan berkurangnya jumlah hutan yang ada di Bali, yaitu Hutan Mangrove yang memang menjadi salah satu penyerap sinar matahari

2. Satu pohon itu sama dengan satu nafas bagi manusia karena penghasil oksigen. Menghilangkan berjuta - juta pohon berarti Anda berandil besar dalam pengurangan durasi hidup manusia karena jumlah oksigen yang dihirup berkurang. Anda pikir oksigen ada begitu saja tanpa sebab...?? Oksigen ada itu juga melalui proses bung....

3. Berkurangnya penyerap air hujan akan menyebabkan sungai mudah banjir. Kemungkinan jumlah peningkatan air laut saat pasang bisa saja terjadi.

4. Manusia - manusia yang tinggal dekat pantai pasti juga akan membutuhkan air. Pohon mangrove berperan juga dalam meyerap unsur garam dan beberapa unsur yang berbahaya bagi kita yang terdapat dalam air laut. Apabila hilang...bayangkan...air akan tercampur dengan air laut. Hem..ini sudah terbukti berdasarkan beberapa riset dari para pakar di beberapa titik daerah....air telah tercampur air laut. Terpaksa membeli air kemasan.

5. Semakin Anda hanya membaca terus dan tidak memikirkannya pula....saya yakin....Bali akan menjadi salah satu pulau yang menyandang pulau konsumen air kemasan.

Saya tidak bercanda. Banyak problem - problem Bali yang tidak hanya ini saja. Semua proyek kini hanya untuk mengeyangkan investor asing tanpa terus menjaga kearifan lingkungan.....


Masihkah pemerintah dia saja hanya dengan menonton dan memberi apresiasi senyuman untuk beberapa komunitas yang melakukan tanam pohon.......tapi setelahnya menanam benih racun dengan terus membuka pintu bagi pengeruk negeri ini...?????

Hentikan proyek - proyek yang merugikan tanpa solusi penjagaan lingkungan...

TANAM KEMBALI MANGROVE....ATAU ANDA AKAN MENUAI BENCANA UNTUK BEBERAPA TAHUN YANG AKAN DATANG,......!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Posting Komentar