Senin, 28 Oktober 2013

Perjalanan ke Pantai Pondok Pemuda, Jimbaran


Foto 1 Baru aja tiba...pose dulu...
Foto 2 Candi dari pasir.....
Foto 3 Sampah dari tebing
Minggu pagi yang cukup cerah. Berbekal jajan dan air, kukendarai sepeda motorku menuju salah satu pantai yang ada di Jimbaran. Namanya Pantai Pondok Pemuda. Dari arah Denpasar, kuambil rute sedikit lebih jauh. Lewat kampus Unud buki, Poltek, lalu sampai pada pertigaan pom bensin ambil jalan ke kanan. Ikuti terus jalan bukit tersebut. Pada persimpangan ambil jalan lurus. Jalan yang menanjak. Ikuti terus jalan tanjakan itu. Lalu pada pertigaan belok ke kiri. Sebelum puncak jalan yang menanjak akan ada jalan masuk ke kanan dari arah kita datang. Masuk ke jalan itu. Dari situ sudah mulai memasuki kawasan hutan. Jalan aspalnya juga tidak terlalu lebar. Tapi masih muat untuk roda empat. Setelah itu akan ada persimpangan lagi. Masuk ke kiri. Ambil jalan yang tidak beraspal. Medannya bertanah dan berbatu. Lebarnya hanya ckup untuk roda dua saja. Tidak terlalu banyak persimpangan di sini. Setelah melewati pondok kayu dan satu rumah tua, lurus saja. Jalan selanjutnya sudah mulai menurun. Sempat juga mengalami kesulitan di jalur yang banyak batunya. Pelan – pelan kukendarai motorku melewati jalan berbatu itu. Takut jatuh. Hehe. Tapi berkat nekat yang kuat. Berhasil juga kukendarai motorku sampai dekat pantai. Pantai pagi itu sepi. Awalnya hanya aku dan satu orang bapak – bapak yang tengah memancing. Kuhabiskan waktuku dengan duduk di karang. Menikmati deburan ombak yang terkadang buatku takut juga. Puas duduk di karang, kulangkahkan kakiku menuju batu karang yang lebih tinggi. Disana banyak sekali sampah. Kesal, kupunguti sampah – sampah itu. Memasukkannya ke dalam plastik kecil yang juga kutemukan di bukit karang itu. Alhasil, tiga plastik kecil berhasil kukumpulkan. Menyesal tidak membawa platik besar. Mungkin lain kali. Atau bisa saja aku membawa korek. Lanjut aktivitas lain. Main pasir. Aku buat candi. Ya.. walau tiak keren, tapi ini pertama kalinya juga aku bisa buat mainan di pasir. Sebelum – sebelumnya nggak pernah jai karena nggak terlalu niat. Hm... ada beberapa anak kecil yang tengah asyik berenang di pantai dekat pondok. Jadi kepingin. Kulangkahkan kakiku menuju pondok. Setelah menurnkan tas, aku berjalan ke bawah. Di sisi kiri pondok. Airnya jauh lebih tenang dan jauh lebih aman untuk berenang. Tak lama kemudian datang dua orang pencari ikan. Pak Wayan dan anaknya. Pak Wayan mengijinkan aku untuk naik ke perahu. Kesempatan bagus neh. Kami berbincang – bincang cukup banyak di atas perahu. Setelah itu, perbincangan dilanjutkan di pantai. Setelah Pak Wayan dan anaknya pergi, aku berenang dengan anak – anak yang kulihat tadi berenang asyik di dekat pondok. Berkenalan juga tentunya.  Anak – anak itu bernama Ari, Indra, Dicky, dan dua adek kembar, dan satu anak terkecil aku lupa namanya. Kami sempat balapan berenang ke tepi. Sungguh menyenangkan. Ini keua kalinya aku berenang di pantai. Seperginya Ari cs dan Pak Kadek (nama bapak – bapak yang bersama Ari cs), aku duduk beberapa saat di pondok. Menunggu baju agak lebih kering. Sekitar pkl 15.00 WITA (pakai jam HP ku yang aku juga tidak yakin cocok atau tidak) aku pulang. Saat mau naik ke atas, sempat kesulitan dengan rute yang cukup sulit dilalui. Motorku sempat mati karena tidak kuat. Jalaur dengan medan jalan setapak dan berbatu membuat motorku meraung – raung dan diam ditempat sampai akhirnya mesin mati. Untung saja ada yang membantuku. Aku tidak tahu namanya tapi penolongku ini sempat nimbrung juga denganku dan Pak Kadek saat di pantai tadi. Hehe...tingkyu Bli...udah bantuin....
Menyenangkan bisa berpetualang ke Pantai Pondok Pemuda. Ini adalah AS perdanaku. AS alias Adventure Solo.... Tidak sabar untuk AS selanjutnya....
Foto 5 Pak Wayan dan Wayan...terima kasih Pak

Foto 4 Berenang dan pose




Foto 6 Asyik...dapat ikan....
Oya, maaf alamku ya....aku lupa bawa sampah yang kukumpulkan tadi....Kalau akau kesana aku bantu kau untuk menjadi lebih cantik dan keren.... 
Posting Komentar