Selasa, 27 Agustus 2013

KARAKTER GURU MASA KINI MENURUT GUE



Salah satu bidang yang penting bagi perkembangan dan juga pembentukan karakter bangsa adalah bidang pendidikan. Dimana semua hal yang berhubungan dengan pengtahuan diajarkan di sini. Pelajaran – pelajaran paling mendasar hingga ke tahap yang paling sulit. Semua itulah yang nantinya akan menjadikan generasi bangsa menjadi berkualitas. Namun, satu hal penting yang tidak dapat dilupakan. Peran besar seorang guru. Tenaga pengajar. Pahlawan yang sepatutnya tidak hanya berharap untuk dijuluki pahlawan tanpa tanda jasa. Tetapi, pahlawan yang turut memegang amanah sebagai pengajar. Jadi, tanggung jawab dalam mengajar benar – benar dilaksankan sesuai kurikulum kebutuhan para siswa dan juga mahasiswa.
Berbicara mengenai guru di era yang lampau, sering sekali ditemui guru dengan karakter keras, kalau istilah kesehariannya adalah saklek. Dimana ketika guru berbicara “A”, maka murid harus berkata dan menulis “A”. Jika tidak, nilai akan mendapat “E”. Seringpula beberapa guru memberikan sanksi kepada murid ketika mendapati pelanggaran atau kesalahan. Namun, dengan cara yang melewati batas wajar. Memukul dengan kayu, memaki, membentak, dan bahkan mendiamkan tanpa ada pengarahan lanjut. Guru jaman kolot dan di jaman yang masih jadul, selalu berwajah garang dan tidak bersahabat dengan murid. Merasa di atas murid, jadi sok menjaga wibawa agar dihormati. Padahal, tidak ada satu pun murid yang segan dengan pengajar yang angkuh.
Berdasarkan beberapa karakter guru di jaman dulu yang dipaparkan di atas, akan memberikan dampak pada hasil belajar siswa. Pertama, siswa malas dan enggan untuk datang sekolah. Kalaupun datang, akan segan dan enggan untuk memperhatikan lebih seksama. Kedua, tidak akan menghasilkan murid yang pandai, karena kembali pada hal yang pertama. Tidak ada antusiasme dari para murid untuk menanggapi atau untuk memperhatikan pelajaran. Kalau dibiarkan seperti ini terus, mungkinkah pendidikan di Indonesia akan berarti? Jawabannya tentu tidak. Keinginan sekolah akan beralih untuk mengejar persyaratan kerja. Jadi, jangan salahkan murid jika setelah lulus tetap saja bodoh.
Jaman yang sekarang ini pun juga masih banyak yang menerapkan metode seperti itu. Walau sekarang sedikit lebih dikurangi dengan adanya pembelajaran dengan metode diskusi. Presentasi, dan diskusi. Namun, sesekali juga metode ceramah guru di depan. Hal itu sah – sah saja. Karena memang metode seperti itulah yang saat ini sedang dipakai.
Sekarang coba kita telaah lebih jauh. Bagaimana jaman pergaulan para murid di luar sekolah sekarang. Apakah memberikan hasil ? Tentu belum, tapi bukan berarti tidak ada. Kurang maksimal, dan masih perlu banyak evaluasi.
Melihat perkembangan jaman yang serba westernisasi dan mulai lunturnya budaya bangsa, seharusnya pengajaran yang ada dan wajib dimiliki oleh seorang guru adalah pengetahuan dasar tentang kebudayaan Indonesia. Setelah itu dimiliki, barulah teknik dan metode pengajaran yang menarik dan pastinya selalu bervariasi. Setelah teknik, praktekkan dan segera evaluasi sisi mana yang kurang.
Metode seperti ini sangat umum. Namun, sebenarnya bisa diterapkan dalam berbagai macam kegiatan. Guru di sekolah, guru di rumah, dan di kegiatan mana pun yang sifatnya adalah mengajar. Kita ambil contoh nyata pengajaran bahasa asing, yaitu bahasa Inggris. Seharusnya guru memiliki dasar pengetahuan bahasa asal. Kita lahir di Indonesia, kuasai dahulu bahasa Indonesia, baru bahasa yang hendak diajarkan, yaitu bahasa Inggris. Kenapa demikian ? Tujuannya agar kita mampun menyampaikan dengan mudah dan praktis kepada murid yang notabene pasti lebih memahami bahasa Indonesia. Gunakan teknik dimana murid merasa nyaman. Misalkan, dengan model tanya jawab secara bergiliran. Model pengajaran materi secara perlahan dan terus bertahap. Gunakan teknik dimana murid akan selalu menggunakan bahasa itu. Otomatis, akan cepat dalam pemahaman dan penguasaan bahasa tersebut.
Posting Komentar