Selasa, 27 Agustus 2013

DIFFERENT LIKE A RAINBOW



        Perbedaan itu seperti pelangi. Dimana ia berasal dari kumpulan air, lalu menerima sinar, melakukan pembiasan, dan terciptalah rangkaian ragam warna yang menjadi satu. Hingga akhirnya terciptalah keindahan.
Begitu juga dengan manusia. Kumpulan air kita ibaratkan tanah, darimana wujud manusia berasal. Penerimaan sinar itu adalah nyawa, akal dan budi, serta talenta. Sedangkan pembiasan itu merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan kita. Hasil ragam warna adalah hasil kerja keras kita setelah melalui proses pertumbuhan, perkembangan, dan tentunya pembelajaran juga.
Semuanya tidak ada yang sama. Pelangi ada warna kuning, merah, hijau dan sebagainya. Begitu juga manusia. Ada yang kaya dan miskin, ada yang ahli dan ada yang biasa – biasa saja. Perbedaan itu akan tetap indah, apabila dijalani secara harmonis. Saling melengkapi, dan saling membantu.
Bayangkan jika semuanya seragam. Hidup akan terasa datar dan monoton. Perbedaan membuat kita belajar untuk bertoleransi. Membuat kita mau terus belajar untuk menyelaraskan diri satu sama lain. Perbedaan membuat hidup  terasa lebih berwarna. Dengan terus belajar memahami dan menerima, akan terbentuklah kepribadian manusia yang arif dan bijaksana.

Tulisan ini mengingatkan saya pada kehidupan di kampus kuning. Terima kasih sobat. Karya ini kupersembahkan untuk kalian sebagai wujud persahabatan kita. Welcome back buat Abang Edja. Buat adek2 q, kakak tingkat, dan juga pastinya teman2 satu kelas. Mari sambut semester selanjutnya dengan SEMANGAT...!!!
Posting Komentar