Senin, 26 Agustus 2013

Bukan Aneh, Hanya Berbeda

Setiap orang tua pasti mendambakan kelahiran putra - putri dengan kelebihan yang membanggakan. Kerap kali dan bahkan ini terjadi di seluruh kalangan orangtua. "Semoga anakku kelak menjadi orang pintar, orang hebat, dan bla bla bla." Bahkan tak jarang mereka saling bersaing menyebutkan keunggulan anak - anak mereka. Menimbulkan perbincangan hebat yang terkadang bisa juga berakhir pada keributan. Lucu memang kalau kita melihatnya.

Itu tadi akan terjadi pada orangtua yang memiliki putra dengan kelebihan yang sesuai keinginan mereka. Lalu apakah sama dengan putra yang memiliki banyak kekurangan? Mereka yang dikatakan nakal, banyak maunya tapi malas minta ampun jika diperintah, maunya didengar saja, suka bikin gara - gara, bodoh, malas, dan segudang hal buruk. "Saya malu..." Pasti beberapa akan mengatakan demikian. Lalu melampiaskan kemarahan pada si anak. Memperlakukan anak lebih keras. Dengan bentakan, kata - kata kasar yang menyakitkan, bertindak menghakimi, hingga berakhir pada tindakan pemukulan terhadap anak. Walaupun tujuannya baik, apakah akan memberikan solusi? Menurut saya pribadi tidak. Walaupun saya sendiri belum mempunyai anak. Tapi mari kita urai bersama. Sepertinya Bapak - bapak dan Ibu - ibu lupa pepatah "Guru kencing berdiri, murid kencing berlari". Apa yang diperlihatkan di depan anak akan dilakukan dua kali lipat dari itu.

Banyak kasus di luar sana yang membuat anak memilih jalan hidupnya sendiri. Brandalan, ndableg, tawuran dan mabuk. Pergaulan bebas pun tak luput.

Anak - anak dengan banyak kekurangan ini tidak seburuk pemikiran Anda. Sebut saja mereka Anak Berkebutuhan Khusus. Coba kita ingat lagi. Dari mana putra dan putri Anda berasal ? Jawabannya dari Allah. Kita tahu Allah Maha Sempurna. Allah Maha Adil. Dia menciptakan diri Anda dengan begitu sempurna. Kenapa Anda merasa ciptaan Allah yang dititipkan pada Anda tidak sempurna? Berarti sama saja Anda sudah ber suudhzon dengan Allah. Menganggap Allah tidak adil. Itu sudah sama saja dengan perbuatan dzholim. Tidak mensyukuri karunia dan tidak PERCAYA dengan Allah.

Lalu, bagaimana menyikapi hal - hal negatif seperti demikian ?

Ini jawaban dari saya bukan selaku orangtua. Namun, selaku anak yang mana saya berharap para orangtua mau mencoba untuk memahami kami.

Dalam dunia psikologis, ada banyak ragam kepribadian dan juga kelainan. Dan kelaianan ini saya sebut sebagai keistimewaan. Ini hanya dimiliki oleh Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

ABK ada banyak macamnya. Ini dapat Anda cari tahu di buku - buku tentang dunia psikologi atau langsung bertanya pada ahlinya.

Jangan protes karena saya tidak akan menjelaskan apa saja macam - macam ABK itu. Akan jauh lebih bijak jika para ahli menjelaskan secara langsung. Karena sekali lagi saya hanya akan memberikan informasi langkah secara umum dalam penanganan ABK. Alhamdulillah sudah pernah saya lakukan terhadap adek - adek saya. Walau tidak seratus persen, namun cukup berhasil.

Berikut langkah - langkahnya. Oya, ini juga bisa untuk kakak - kakak dan adik - adik agar bisa rukun dengan saudaranya.

Langkah - langkah untuk berkomunikasi :
1. jangan memaksa untuk didengar;
2. tatap mata mereka secara langsung sebagai bukti kepedulian;
3. usahakan memosisikan diri Anda sejajar dengan lawan bicara;
4. berbicara yang jelas;
5. selalu beri dukungan dan buat mereka yakin bahwasanya Anda selalu ada untuk mereka dan mereka adalah bagian dari diri Anda;
6. jangan pernah emosi dan membuat mereka tidak nyaman ketika Anda sepertinya tidak diperdulikan. Ingat, anak juga ingin memiliki kehidupannya sebagai makhluk individu. Berkutat pada dunia pemikirannya sendiri. ABK biasanya lebih banyak berkutat pada dunia imajinasinya sendiri. Berfikir dan bermain sendiri lebih membuat mereka nyaman;
7. beri kepercayaan bagi anak yang dirasa memang sudah mampu;
8. beri penjelasan bagi mereka yang belum paham sampai paham;


HAL YANG WAJIB DIHINDARI
1. berkata kasar;
2. membentak tanpa memberikan penjelasan yang benar;
3. memukul;
4. memerintah tanpa memberi contoh;
5. menghakimi tanpa meminta penjelasan terlebih dahulu.

Ini hanya sekelumit saja. Untuk dapat memahami hanya dibutuhkan interaksi dari hati ke hati. Baru dari pemikiran masing - masing. Hanya hati yang akan membuat hati tenang.

Jujur, saya sendiri juga merasa sebagai ABK. Tahun 2009. Saya mengalami kemunduran dalam pergaulan. Tidak banyak orang disekitar saya yang menganggap saya Gila. Anak yang ramah dan asyik berubah menjadi anak yang pendiam dan pemalu. Penakut. Bahkan tidak percaya pada siapapun. Ketakutan dan ketakutan yang terus terjadi. Ketika akhirnya seorang psikiater yang kebetulan teman dari orangtua saya mendeteksi permasalahan saya. Skizoafektif. Ini memaksa saya berbuat nekat. Melepas apa yang saya inginkan. Mengundurkan diri dari perkuliahan. Jurusan Sastra Inggris, Universitas Malang. Saya biarkan banyak orang mengatakan saya sok - sok'an tidak bisa bahasa Inggris tapi masuk bahasa Inggris. Saya di biarkan mereka mengatakan saya sombong dan terlalu angkuh. Tidak mampu menilai kemampuan saya sendiri.

Inilah saya. Dengan segala keterbatasan saya. Mencoba mengenali diri saya. Hingga akhirnya mengetahui apa yang saya harus lakukan. Alhamdulillah cara diatas adalah cara yang saya lakukan pada mereka agar mereka (ABK yang lainnya) tidak mendapat perlakuan sebaliknya yang saya dapat.

Ini hanya sekedar saran bagi Anda para orangtua. Anak adalah titipan Allah. Mereka sempurna dengan kekurangannya. Jangan malu bila anaknya dibilang bodoh. Tunjukkan Anda adalah orang pertama yang hadir untuk mereka. Benteng pertahanan mereka. Sahabat terbaik mereka. Kekasih terbaik mereka. Idola terhebat mereka.

Jangan pernah ragu menunjukkan kasih sayang Anda pada anak - anak Anda walaupun mereka tanpa sengaja atau sengaja melukai Anda. Itu hanya protes ingin diperhatikan.

ABK BUKAN ANEH. HANYA BERBEDA. BERUNTUNG ANDA MEMILIKI ANAK - ANAK ISTIMEWA.

"Kekurangan diciptakan Tuhan untuk membuat kelebihan itu tampak."


Tulisan ini saya persembahkan untuk orangtua, keluarga, sahabat, dan kalian semua. Wujud cinta saya untuk ANDA SEMUA.

"terima kasih"
Posting Komentar