Kamis, 01 September 2016

CATATAN BEGADANGKU MALAM INI



Merasakan jatuh cinta secara penuh karena saling mencintai itu sangat indah. Merasakan menjadi manusia yang utuh. Seolah menemukan tempat untuk bergantung. Yah…mungkin itu memang sangat tepat jika kita kaitkan dengan istilah yang diucapkan oleh baginda Muhammad SAW tentang sosok perempuan yang diibaratkan sebagai kalung perhiasan. Kalung perhiasan ini baru akan terlihat cantik apabila dikenakan di leher seseorang. Nilainya akan benar - benar terlihat hidup. Wanita akan menggantungkan hidup pada sosok laki - laki.
Proses pencariannya pun tidak mudah. Terlebih dahulu bertemu dengan sosok yang tidak tepat. Okelah, mungkin tidak semua orang seperti ini. Ada juga yang langsung bertemu dengan sosok yang tepat. Tapi, di luar sana banyak juga yang harus berkelana dari satu sosok ke sosok yang lain hingga akhirnya bertemu dengan sosok yang pas. Tidak…itu bukan semacam pergaulan bebas penuh birahi dan nafsu. Tapi, lebih kepada dorongan rasa kesepian dan keinginan untuk dicintai. Aku lebih senang menyebutnya demikian.
Hm…jatuh cinta itu memang sangat rumit. Bahkan, jatuh cinta materinya tidak ada di sekolah. Katanya… Kalau kataku sebenarnya ada…dibalik keistimewaan diri yang didapat dari banyak belajar untuk menjadikan pribadi kita pantas maka, akan ada cinta disana yang menanti untuk menjemput kita.
Permasalahan hari ini adalah pribadi yang pantas untuk dicintai itu seperti apa ya? Pribadi yang cerdas akan ilmu pengetahuan ? cantik secara fisik ? ahli dalam kereligian ? tampan…cantik…atau hal - hal yang serba wah di mata manusia. Apakah itu ?
Bagiku….pribadi yang pantas dicintai adalah pribadi yang selalu siap menerima kekurangan dan menerima kelebihan pasangan. Inilah yang pantas dicintai. Tidak perlu mempunyai kriteria seperti di atas. Bagiku cinta itu menemukan kepribadian yang tidak sempurna tapi dilihat tetap sempurna. hahaha… Semua itu hanya akan tercipta dengan satu kata. PENERIMAAN.
Kok di sekolah ? Ya…di lembaga pendidikan karakter. Dengan memahami karakter akan membuat kita paham tentang manusia. Akhirnya kita bisa belajar untuk menilai secara bijak.
Satu hal juga jangan pernah dilupakan. KEYAKINAN PADA SANG ILLAH…DIA YANG MENJADI JURU MAK COMBLANG PALING DAHSYAT DI DUNIA INI MELEBIHI MAKHLUK MANAPUN.
Hm…Berbicara tentang cinta malam ini…semoga seseorang yang diam - diam mengobati lukaku…mendapatkan tidur dan mimpi yang indah untuk malam ini…nice dream untuk kamu…

Sabtu, 06 Agustus 2016

DARI PINTU KE PINTU



INI DIA GUA WITH PUNK COMUNITY...GUA YANG CEWEK SENDIRI YA GUYS...EDISI NGAMEN BARENG

Hai guys…beberapa hari gua gak ngisi blog ini bukan karena nggak ada hal - hal menyenangkan untuk gua bagi ke kalian semua. Banyak banget. Bahkan, sampek capek badanku…Dan juga yang ini nih yang lebih penting lagi…gua rasa momen beberapa hari yang lalu susah untuk gua bagi karena gak ada gambar dokumentasi yang benar - benar akurat tentang itu.
Balik lagi ke cerita perjalanan yang pengen banget gua share ke kalian. Gua bener - bener nggak nyang kalau gua bakal dapet kesempatan yang udah gua pengen banget bertahun - tahun yang lalu sejak gua masih SMA. Sejak gua ngeliatin mereka nongkrong bikin konser di sekolah gua. Aula SMASA Blitar. Kalian tahu gak itu apa ? Nongkrong dan ngamen bareng sama anak PUNK…ya…walaupun anak - anaknya pada kecil or ABG semua…karena umurnya di bawah gua semua….hihi…serasa seperti dapat koleksi adek lagi…hahaha….tenang anak - anak…saya perempuan baik - baik dan tidak menggigit (maksudnya?)
Kronologi ceritanya seperti ini. Tiba - tiba aja temen gua atau yah panggil saja dia Kiki dari PBB. Dia juga lebih muda dari gua. Ngajakin gua buat ke pesta ultah temannya. Tapi nggak jadi. Nggak tahu kenapa alasannya yang jelas nggak jadi. Terus dia telfon pacarnya dan ngajak ketemuan. Maaf…saya tidak bermaksud mendukung apalagi mengekspos cerita cinta ABG. Ini juga di luar kendali saya. Sebagai orang yang baru kenal. Tapi…semoga semuanya berakhir baik - baik dengan keputusan apapun itu yang penting tetap DAMAI.
Pacarnya ngajak ketemuan or gimana gua nggak tahu. Yang jelas keduanya saling bertemu. Di Wlingi. Lokasi lebih detailnya aku lupa. Kita berdua ketemu di dekat lampu merah pertigaan Wlingi arah ke Malang. Disanalah kita dijemput. Nanti gua perkenalkan satu per satu namanya. Atau sekarang aja ya…pacarnya temen gua itu namanya Destian or Tian. Nah…dia menjemput kita berdua bersama temannya yang punya julukan Plontos (heran juga karena rambutnya tidak plontos). Kami berempat tukeran posisi sopir. Aku dibonceng sama Plontos dan Kiki sama Tian. Nongkrong dah kita berempat di salah satu warung lesehan pinggir jalan. Disana sudah ada tiga orang yang menunggu. Ada Triwuk, Ririd, dan Aris. Perkenalan pertama gua dengan mereka yang gua pikir udah pada gede - gede karena gua cuman menilai dari fisik yang lebih tinggi dari gue. Haha…gua lupa semua anak SMP pun kayaknya juga pada lebih tinggi dari gua. Hm…sadar diri kalau kontet.
Awalnya habis pesan minuman kopi susu dan menghabiskan satu batang rokok…kami semua cabut ke rumahnya Ririd yang ada di Desa Doko. Disana kami menghabiskan malam dengan berbincang - bincang. Banyak banget yang diobrolin. Damn jangan berkhayal saya dan mereka diskus seperti orang yang sekolah tinggi. Kami semua ngobrolin sesuatu yang sederhana dan simpel daaaaan lebih banyak bercandanya. Tapi, mungkin karena niatan kami yang ikhlas buat bersaudara jadinya apapun itu tetap berkesan. Besoknya kami ngamen dari rumah ke rumah. Kami semua bagi tim. Ada yang ngamen dan ada yang bertugas untuk menjemput. Soalnya lokasi ngamen jauh dari rumah kami nginap. Ada dua babak kami ngamen. Babak pertama yang ngamen gua, Tian, Plontos, Triwuk, dan Aris. Ini dipecah lagi jadi dua tim. Tim pertama gua, Tian, dan Plontos. Tim kedua ada Triwuk. Hasil ngamennya cukup lumayan. Babak kedua ada gua lagi bersama Aris dan Tian sebagai tim pertama dan tim keduanya ada Ririd dan Plontos.
Hasil ngamen babak pertama dari tim pertama dapat 30rb tapi 3500 dibelikan rokok dua batang dan segelas minuman. Jadi yang disetor tinggal 26500. Dari tim kedua dapat 13000. Totalnya untuk babak pertama 39500. Dari sini kita ngumpul kembali dan dijemput di kuburan. Lokasi ngamen sorry banget gua lupa daerah mana. Ntar kapan - kapan gua nanya ama anak - anak. Sebelum lanjut ke babak kedua, kita sepakat untuk memenuhi hasrat gue. Makan. Lapar. Kita semua beli nasi pecel harga berapa aku nggak tahu bagian yang bayar dan pegang uang adalah si Plontos. Yang jelas kita beli nasi pecel, satu botol Aqua 1,5 liter, dan sebungkus rokok U Bold (haha…endors). Habis itu kita semua pergi ke tempat yang aku nggak tahu dimana…itu ada wiharanya yang lagi dibangun. Pokoknya tempat asyik banget. Di sini kita rehat sebelum ngamen lagi. Foto - foto, nyanyi - nyanyi, dan merokok.
Hasil ngamen babak kedua gua baru tahu pas malemnya. Kata Tian lewat telpon hasilnya dapat 30000 semua…kalau gua gak salah denger. Tapi berapapun hasilnya it’s okelah…gak penting…yang penting kisahnya. Pulang dari ngamen untuk kembali ke rumahnya Ririd aja masih butuh perjuangan kayak malam sebelumnya. Gua heran itu motor gampang banget bensinnya habis. Jadinya pasti kalau pergi bawa motornya siapa aku nggak tahu yang jelas punyanya Tian cs harus siap - siap dorong or bingung cari bensin. Hahaha…seru seru seru seru… Habis dari situ gua dan Kiki pulang deh dengan damai.
Sebenarnya kisah DARI PINTU KE PINTU ini benar - benar bawa banyak hikmah buat gua…tentang pergaulan yang sering banget didiskriminasikan tanpa filter dan minta ampun kumpulan yang berbasic dikira sampah ini tidak mendapatkan penilaian secara bijak hanya lantaran beberapa oknum yang liar dan tak bertanggung jawab mencoreng moreng sejarah perjalanan dari suatu komunitas. Bersama anak - anak ini gua benar - benar belajar hidup sederhana tanpa banyak fasilitas. Berasa kayak jadi survivor gitu…jadi…makannya kalau habis ngamen dulu…baru bisa makan…kerja dulu baru makan…boleh miskin tapi jangan ngemis…saudara sebisa mungkin harus saling jaga. Oya…gua harap gua masih bisa ketemu lagi sama mereka semua…anak - anak PUNK versi mudanya. Sebenarnya sayang juga sih ya…terlalu banyak menghabiskan waktu di komunitas saja tapi mengesampingkan hal yang lain. Kayak salah satu dari mereka yang sempat cerita sedikit tentang latar belakang pendidikannya. Aku cari tahunya dengan cara melemparkan pertanyaan yang tidak membuat dia tersinggung tapi gua dapat banyak jawaban tentang sedikit - sedikit profil hidup anggota PUNK. Dari ciri khas pakaiannya yang sangat menonjol hanya dia saja. Anting besar, celana pensil, tato, rambut semir, dan aura atau karakter penampilannya sangat kental sekali dengan anak PUNK pada umumnya. Ikut PUNK dari SD kalau nggak salah. Sampek sekarang dan kira - kira umurnya 23 tahun. Bisa bibayanginlah berapa tahun dia hanya mau hidup di jalan. Benar - benar PR banget buat kita semua kenapa masih aja ada anak yang berontak dengan sosial masyarakat dan hanya memilih komunitas yang minor atau yang sedikit pendukung dibangdingkan dengan komunitas yang lain. Melihat sosok dia semacam salah satu bentuk perwakilan pemberontakan anak - anak PUNK tentang hidup masyarakat yang memang belum bisa dikatakan adil dan bijak. Yang mungkin masih tidak memihak semua lantaran tertutup oleh ulah oknum - oknum tertentu. Sekarang gua gak hanya cuman teroti aja tapi juga gua benar - benar ketemu dan sempat hidup bareng selama 24 jam bersama mereka. Eh nggak sampek sih…pokoknya walaupun sebentar doang gua sempat ngobrol intens dengan mereka. Hope…someday mereka akan nyadar suatu saat hidup itu nggak cuman itu - itu aja…Dan segera pulang untuk menjadikan hidup lebih baik. Sehingga hidup di jalan dijadikan lahan pendidikan dikala mereka tidak mampu mengikuti program pendidikan dari negara. Sehingga, hasilnya pun tidak mubazhir…Nah…yang jadi pertanyaannya pendidikan seperti apakah itu ? Susah gua jelasinnya…karena semua itu sangat rumit untuk dijelaskan. Tapi yang paling banyak sih filosofi kesederhanaan hidup ditengah - tengah pergolakan zaman yang sarat dengan kriminalitas dan kegelapan hidup…
DARI PINTU KE PINTU kumainkan lagu dengan nada - nada sederhana. Kusenyumkan bibirku untukmu…Semoga hari ini berkesan. DARI PINTU KE PINTU kami kirimkan pesan pemikiran kami…mohon maaf apabila kurang berkenan karena kami masih belum mampu menerima hal - hal sopan penuh topeng…itulah kira - kira hal yang bisa aku petik sementara ini..tentang DARI PINTU KE PINTU…
Dari sini…gua…FLO…salam persaudaraan untuk semuanya…love u all…

Nb : semua profil yang gua sebutin gua gak ekspos fotonya secara gamblang karena gak lengkap…hehe...dan kabar buruk saat tulisan ini dibuat Kiki dan Tian sudah putus..karena maybe,,,tidak cocok…lagi2 percintaan anak muda yang mudah galau…OYA INI YANG PUALING PENTING…Buat yang inget atau mungkin baru aja baca artikel gua yang judulnya KOMUNITAS URAKAN PENGUASA LAMPU MERAH JALAN RAYA  yang gua publish tanggal 02 Februari 2015 akhirnya gua ngerasain ngamennya walau masih cuman dari pintu ke pintu aja…gua juga ngrasain tongkrongannya…hehehe…apapun itu semoga SEHAT SELALU…we will find our way to can survive…J

Selasa, 12 Juli 2016

TRACKING KELUD WITH DFAD (Dodon, Flo, Ari, Dadan) KIBARKAN MERAH PUTIH


FOTO 1 DFAD TEAM

Taqaballahu minna waminkum...mohon maaf lahir dan batin dari kami....
Halo Guys….beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 8 Juli 2016….gua bersama tiga orang alumni SMASAPALA berkumpul bersama membuat satu catatan petualangan bersama lagi. Lokasinya adalah gunung perdana gua. Oya…sebelum gua sebutin nama gunungnya, terlebih dahulu gua kenalin personilnya. Ada kembar yang bernama Dadan dan Dodon. Mereka angkatan ke XX sedangkan yang ketiga itu teman satu angkatan gua, namanya Ari dan dia cewek. Kalau yang kembar itu cowok. Ok…nama gunungnya adalah Gunung Kelud, Blitar, Jawa Timur. Kenapa gua sebut sebagai gunung perdana gua ? Karena gunung ini adalah gunung yang bener - bener jadi gunung pertama gua mendaki sebagai insan manusia yang mengenal dunia organisasi pecinta alam. Jadi ceritanya tu…waktu masih jadi Anggota Muda di SMASAPALA gua dapat ijin untuk ngerasain pendakian saat liburan. Ditemani oleh alumni angkatan VII (Om Wedhus), XVI (Om EmBe), XVII (Om Enthung), dan XVIII (Bang Far). Oya ada juga teman satu angkatan yaitu Mbak Giri sama almh. Mbak Ratna. Tambah lagi partisipan SMASAPALA yaitu Ipuk dari perseduluran arek Meduran dan juga Pius dari ekstrakurikuler fotografi. Hoho…balik lagi ke cerita gua kali ini.
Kita lanjut lagi dengan gua jelasin bagaimana rencana ini bisa ada. Hehe…berawal dari niatan silaturahmi dalam rangka merayakan Idul Fitri…gua sama Mas Dodon pergi ke rumahnya Mbak Ari yang ada di Wlingi. Sekilas info aja gua panggil dia mbak karena dia kakak kelas gua di sekolah tapi daftar SMASAPALA nya barengan sama gua. Gitu….oke lanjut lagi. Saat kita ngobrol - ngobrol dan bercanda tawa di rumahnya Mbak Ari…terceletuklah ide naik gunung sama - sama. Intinya yang jadi pilihan adalah Gunung Kelud. Alasannya dekat, dan gak butuh waktu perjalanan yang lama. Semuanya bisa disimpelkan. Persiapan pun juga gak banyak. Hanya menentukan jam berapa kita berangkat. Yes…niatan janjianku sama Mas Dodon terwujuuuud. Yes. Buka - bukaan rahasia aja sih…aku sama Mas Dodon yang lagi galau gak tahu main sama siapa karena geng perkumpulan kita lagi pisah untuk sama - sama fokus menjalani hidup di tempat yang berbeda. Yah…bahasanya kita sama - sama kesepian. Hahaha…jadinya bercita - cita main bareng. Soalnya yang lain jadi sulit untuk bisa kumpul bareng. Aku bisa mengerti itu.
Next…
Akhirnya hari yang ditunggu tiba. Rencananya mau ajak anak - anak D’Traveler tapi kayaknya aku terlalu mendadak dan semuanya masih sibuk untuk tebus dosa di keluarga masing - masing (baca: silaturahmi lebaran). Jadinya ya sama anak - anak ini aja. Maunya juga ajak Mas Heri (Ketua angkatan XXI SMASAPALA) tapi katanya terlalu mendadak. Gua ngabarinnya jam 01.00 WIB pas jamnya orang tidur.  Akhirnya ya empat orang ini yang berangkat. Grup SMASAPALA tidak ada yang ikut. Beberapa alumni juga gak bisa. Salah satunya yang gua PM itu Mas Radit (Mbah Konsultan yang keren). Mas Radit ini angkatan XVII.
Gua awalnya juga maju mundur. Jadi gak ya…jadi gak ya…sampek gak bisa tidur. Soalnya gua gak ada sepatu yang pas. Gua takut aja ntar sepatu kalau asal - asalan malah rusak. Kan sayang banget kalau sampek rusak sepatu gua. Terus menghambat perjalanan. Malah kagak jadi muncak nanti. Cadangan yang jadi satu - satunya pilihan hanyalah sepatu lari gua yang dulu pernah gua pake naik ke Batur, Bali. Duh, kesel juga sama kembar soalnya gak ada kepastian. Tapi gak bisa nyalahin juga. masih untung ada niatan mau minjamin. Dari pada nggak sama sekali. Akhirnya gua mulai nyicil - nyicil dari cari baju yang pas buat ndaki di gunung. Terus gua cari tas yang cocok. Lalu, gua ambil scarf SMASAPALA. Hm…intinya gua pikirkan semuanya. Well…rencana terlalu dadakan ini kayaknya bisa kok. Maklum, gua udah lama banget nggak ndaki dan sempet juga gua males karena beberapa faktor X yang bagi gua cukup banget buat nampar perasaan gua sebagai pendaki. Intinya gua sempat ngalamin kejadian yang pahit banget. Terus gua keluar pergi ke Indomaret sekitar jam 3 an paling ya…gua lupa. Beli air mineral, mie instan, batre untuk kamera, dan minyak kayu putih. Apapun yang terjadi besok. Intinya gua siap. Toh dalam hati gua berbisik,”Gua main sama saudara perjuangan gua…jadi…tidak akan ada masalah apa - apa…”
Paginya semua udah gua siapin…kembar datang…bawain pesanan gua. Sepatu. Well…sepatu datang tanpa solnya. Aduh, mana gua gak ada sol sepatu lagi. Akhirnya pake sepatu cadangan aja. Sepatu lari gua. Sepatu kado ultah gua dari Bapak. Belinya di Denpasar, Bali. Harga 400rb. Hahaha….sepatu yang selalu gua pake loncat - loncat dance shuffle. Sepatu yang gua pake untuk tracking ke Gunung Batur.
Perjalanan dengan mengendarai sepeda motor pun dimulai. Menuju Wlingi. Tepatnya di Kawedanan. Rumahnya si Mbak Ari. Di sana kembar minta sarapan dulu. Request rawon ditolak karena tidak ada dagingnya. Jadi dikasih soto saja. Hm…kejadian lucu tapi juga agak ngeselin. Kembar lupa kagak bilang kalau mereka tidak makan capar (baca:taoge). Alhasil sebelum makan petan dulu…Hm..Apalagi si kembar yang sulung. Lebih lama lagi dia makannya. Duh, baru ingat yang sulung itu Mas Dadan. Ragilnya Mas Dodon. Setelah mbulet dengan segala banyolan kami pun bergerak menuju pos perijinan. Jaraknya sekitar satu jam-an. Dari rumahnya Mbak Ari berangkat sekitar jam 7.23 WIB sampai pos perijinan itu jam 08.23 WIB. Nama pos perijinannya adalah Pos Pendakian Gunung Kelud. Terletak di Desa Tulungrejo, Kabupaten Blitar. Lokasinya sudah bukan di tempat perijinan sepuluh tahun yang lalu. Kalau tahun 2006 pos perijinannya berdampingan dengan kantor perhutani yang sekarang gak tahu masih aktif apa enggak…gua belum nyari info lebih lanjut dan berada di tengah - tengah deretan perumahan sebelah kiri jalan dari arah masuk desa. Kalau sekarang berada di ujung dalam desa. Maksudnya jarak 2 atau 3 rumah terakhir jalan menuju hutan. Tapi tetap di kiri jalan. Penjaganya pun juga sudah berbeda. Gua lupa namanya. Hehe maaf pikun.
Berbincang - bincang sebentar kami pun bergerak. Kalau nggak salah jam 08.39 WIB dari pos perijinan. Pagi yang cerah itu tidak ada pendaki lain selain tim kami. Satu hal yang buat gua sadar saat Mbak Ari bilang gini,”Kurang Mbak Wame aja ya…buat reunian…” Haha…gua langsung tersadar. Iya dulu kita berempat plus satu orang yang absen namanya Mega angkatan XXI ke Argapura. Kita namakan tim perjalanannya X-TRA TEAM (Exotisme Taman Hidup Rengganis dan Argopuro) tahun 2007. Yah…biarkan semangatnya yang ikut bersama kami di Kelud ini.
Bekal yang kami bawa untuk berempat hanyalah tali untuk panjat (model gimana gua gak tahu soalnya belum dijelaskan), air 3 liter dalam kemasan yang dibagi 2, satu kotak mie goreng instan, nasi satu bungkus dan bungkusan lauk, beberapa bungkus jajan lebaran. Identitas tim hanya bawa satu scarf SMASAPALA dan satu bendera merah putih.
Sedikit penjelasan, Gunung Kelud ada tiga pos. Pos pertama di pertengahan jalur antara hutan pinus (daerah terbawahnya) dan pos 2. Pos 2 itu puncak tumpak. Pos tiga submit (dekatnya puncak). Jalur yang sangat spesial adalah jalur naga. Jalur yang berada di antara pos 2 dan pos tiga. Kenapa jalur naga ? Karena jalurnya menyerupai punggungan naga. naik turun dengan kelebaran jalur yang cukup untuk satu orang plus kanan kiri hanyalah turunan lembah yang curam.
Perjalanan dimulai dengan menyusuri jalan aspal beberapa menit (baca:±11menit) untuk sampai ke jalur memasuki hutan pinus. Jalur pendakian yang sebenarnya. Jalur yang kami lewati tidak banyak berubah. Sama seperti tahun 2006. Jalur setapak untuk satu orang dengan medan yang tidak berat. Masuk hutan pinus beberapa meter belok kiri. Ada dua alternatif. Belokan kiri pertama yang nantinya akan ada pertigaan. Kalau lurus ke sungai kalau ke kanan jalur ke puncak. Alternatif kedua belokan ke kiri yang berjarak tidak terlalu jauh juga. Palingan beberapa meter (ane lupa). Itu hanya lurus saja. Nanti akan bertemu dengan jalur belokan pertama. Dulu sempat dibangun jembatan tapi sudah roboh lagi sekarang. Setelah titik pertemuan kedua jalur ini medannya langsung naik tapi gak parah. Masih ringan. Selanjutnya medan dengan kanan kiri dipagari tumbuhan yang pendek. Gua namakan ini jalur terang karena jalannya sangat terang sekali tidak terhalang pohon besar. Lalu mulai memasuki jalur - jalur yang menanjak. Cukup bersyukur gua karena setelah dibatalkan dibuka jalur lebar, jalur ini kembali menyempit dan kembali segar. Dulu sekitar 2008 / 2099 gua lupa persisnya kapan…Pemerintah sempat membuka jalur ini. Membuat jalur pendakian menjadi selebar jalan raya di dusun. Langsung merubah suhu yang ada di Kelud. Bahkan sempat ada longsor. Hm…payah…yang harusnya ada sungai jadi langsung hilang. Semoga pemerintah Blitar hanya mengkhususkan Kelud untuk pendaki saja. karena
FOTO 2 POS SATU
status aktifnya Gunung Kelud ini dan juga arti penting Kelud untuk paru - paru Blitar harus tetap dijaga. Kalau sampai pariwisata masuk, ane khawatir akan rusak dan semakin kotor. Perjalanan melalui medan yang gua ceritain barusan menuju pos satu memakan waktu sekitar 49 menit. Cara berjalannya tidak banyak berhenti di tengah jalan untuk istirahat.
Di pos dua kami sempatkan untuk pose - pose dan istirahat mengambil nafas. Ada dua jalu dari sini menuju pos 2. Jalur pertama landai tapi sayangnya tidak bisa lagi diakses. Jalur ini termasuk jalur lawas sebelum dibukanya jalur oleh pemerintah untuk obsesi pariwisata. Jalur kedua ini menanjak banget tapi inilah jalur baru yang dipakai mulai tahun 2008an kalau ane kagak keliru. Dulu awal dibukanya masih lebar banget. Sekarang sudah menjadi sempit dan pas untuk jalur satu orang. Di sini nih ane dikerjain. Udah PD naik eh disuruh turun. Mas Dadan minta lewat jalur lama. Gua sempat lupa zona. Gambaran di kepala gua ini itu satu punggungan (baca:bukit) jadi lewat mana aja pasti ketemu. Mas Dodon bilang itu beda. Mbak Ari turun karena dia bilang dia lupa beneran sama jalurnya. Gua mikir lagi. Masak beda…Gua putuskan untuk ikut aja. Tapi gua yang disuruh di depan. Duh, naik turun dah gua di tempat itu. Ada sekitar dua atau tiga kali. Kesel minta ampun. Pertama turun tapi masih di tengah - tengah. Terus naik lagi karena merasa dikerjain. Kedua turun beneran mendekati Mas Dadan. Sial gua harus cari - cari pegangan untuk turun karena sepatu gua licin. Begitu lewati jalur lawas beberapa langkah eh ditutup sama daun - daun berduri. Pokoknya di depannya lagi udah nggak jelas. Mas Dodon tetap aja ngompori. Hm…gua gak mau ah…ini bercanda terus. Akhirnya mereka menyerah dengan bercandain gua. Weks…gua langsung naik ke atas. Kasihan tidak ketemu klimaks bercandanya. Cuman ketawa terus. Mbak Ari ini yang ketipu. Hm…
Balik lagi ke jalur pendakian. Dari pos satu menuju ke pos dua semakin banyak jalur yang menanjak dengan kemiringan yang cukup membuat kami ngos - ngosan. Tumbuhannya pun sudah heterogen. Semakin heterogen daripada yang di bawah. Dari pos satu ini gua didaulat untuk jalan di depan (leader perjalanan). Alasannya gua jalan paling lemot. Jadi gua yang atur ritme atau irama kecepatan berjalan semua team. Sial kalau ngikutin yang Mbak Ari pasti udah jauh banget gua ketinggalan. Mas Dodon juga. Kalau Mas Dadan paling baru juga gua ambil beberapa langkah udah ilang aja dia. Ane lupa berapa bukit yang harus dilalui untuk menuju pos 2. Kalau perhitungan bodoh ane ada 2 bukit. Jam di tangan gua waktu itu menunjukkan pkl 11.10 WIB saat tim menginjakkan kaki di Pos 2.
PUNCAK TUMPAK CIUM DULU PUSAKAKU
FOTO 3 TUMPAK..CIUM PUSAKA
Nama tenarnya Puncak Tumpak. Kalau tahun 2006 jalur sebelum tiba di Puncak Tumpak ini berupa ilalang yang sangat panas dengan jalur yang sempit, menanjak, kalau siang panasnya bukan main, dan kalau melewati jalur ini dengan membawa beban harus sedikit pegangan kanan kiri. Tahun 2008an setelah dibuka jalur ini agak sedikit lebih licin. Tanahnya sepertinya pernah longsor atau gimana kurang. Kalau hujan jadi agak gak lebih berbahaya dibandingkan tahun 2006an. Tahun ini jadi kayak ada undak-undak mini dari batu - batuan. Jalur air hujan sangat jelas terlihat di sini. Lokasi Puncak Tumpak pun kembali seperti tahun 2006. Kosong tidak ada apa - apa. Dulu sempat dibangun pos di sini. Tapi hancur karena letusan. Oya dulu juga jalurnya nggak mengarah langsung gitu. Jadi setelah tanjakan tajam masih ada jalur landainya untuk sampai ke Tumpak. Seingatku sih. Dari pantauan yang bisa gua lakukan pemandangan yang berubah adalah sebelah kanan jalur naga tidak ada lagi air terjun. jalur naganya agak sedikit lebih menghijau. Lebih cantik. Lebih indah. Dulu tahun 2006 hanya jalur yang didominasi dengan rumput ilalang yang sangat panas. Sekarang tumbuhan hijau yang segar. Ada dua zona. Zona tumbuhan dan zona pasir berbatu. Semacam padang pasir kw12 lah. Haha….
Tim hanya sampai di sini saja kawan. Setelah mengganti bendera yang ada di Tumpak dengan bendera merah putih yang kami bawa…kami makan - makan, selfie - selfie, istirahat, lalu turun. Kami bergerak turun jam 12.30 WIB dan sampai di bawah lagi yaitu di jalur pinus bawah pkl 13.30 WIB.
FOTO 4 SEDIKIT PESAN DFAD
Catatan ini kalau terbaca oleh orang yang merasa bersangkutan atau yang mengenal orangnya tolong sampaikan. Bendera Anda saya copot. Tolong hargai arti bendera ya…saya ini juga Pramuka walau hanya sampai Penggalang saja. Tidak ada istilahnya bendera almamater di corat - coret nggak jelas kayak gitu. Sudah kumal dan sobek - sobek mirip banget kayak gombal. Jadi, atas dukungan tim saya tak ganti dengan bendera merah putih yang masih bersih dan layak. Jangan pernah meremehkan arti dari bendera. Kamu ini kan nggak tahu sejarah perjuangannya untuk membuat bendera yang bisa hebat seperti itu. INGAT PRAMUKA ITU UDAH BUKAN NASIONAL LAGI TAPI DUNIA. Tertawalah karena sahabat dan keluargamu tidak menyalahkan karena tidak tahu. TAPI HATI - HATI PARA PAKAR DAN AHLINYA YANG AKAN MENGUTUK KAMU. SAYA SERIUS.
BUAT REKAN - REKAN YANG MERASA PERNAH MEMBUANG SAMPAH DI TUMPAK JANGAN DIULANGI. PERHATIAN SEMUANYA…PENDAKI YANG KESANA GAK USAH DISEDIAKAN BOTOL KOSONG…BIAR BAWA SENDIRI SAJA. BERSIHKANLAH SEBAGIANNYA BAGI YANG KESANA. KAMI KEMARIN SUDAH. TOLONG. PENDAKIAN ITU BUKAN BAGIAN DARI JALAN - JALAN SEPERTI DI MALL. DIMANA AKAN ADA TUKANG BERSIH - BERSIH YANG AKAN DENGAN SETIA MEMBERSIHKAN SAMPAHMU. KAMU DIPERKENALKAN GUNUNG UNTUK KAMU TAHU ARTI PENTING GUNUNG BUAT HIDUPMU. BUKAN GAGAH - GAGAHAN DAPAT MENAKLUKKAN ALAM. SEDIKIT DARI SAYA. PECINTA ALAM BLITAR.
TERIMA KASIH. SALAM LESTARI..!!!!


Kamis, 30 Juni 2016

CATATAN MALAM TAK TERDUGA



Satu hal yang benar2 terjadi tentang kalimat ini, “Esok adalah misteri.” Eh…bukan…tunggu dulu…lebih enak kalau saya membahas lagi tentang kalimat saya sendiri nih….Hari ini ditentukan oleh kemarin…hari ini menentukan hari esok. Hari kemarin…kemarin…kemarinnya kemarin (baca : waktu2 kemarin yang sudah lalu…bingung? pikir sendiri) aku memiliki keinginan untuk berjumpa secara langsung dengan teman - teman komunitas D’traveler…Malam ini terwujud…berkat keinginan kuat yang kubuat dari hari kemarin. HOREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE……………!!!!!!! (tepuk tangan sendiri dan heboh…silahkan kalian bingung sendiri membaca postingan ini)…

Oke oke….saya akan menjelaskan maksud inti utama apapun itu pokoknya arah catatan saya malam ini…

Pertama saya ubah satu kata biar terkesan tidak kaku….(baca : merubah kata saya menjadi aku…)

CLIK……

Guys…malam ini aku beneran bertemu dengan teman - teman komunitas D’Traveler… Kalian tahu gak apa itu D’Traveler ? Komunitas ini beranggotakan teman - teman yang suka banget melakukan traveling kemana - mana pake tas bacpack gitu…ya seketurunan dengan bacpacker bray….cuman bahasa yang agak bedanya traveling….sebenarnya sama aja…backpacker diambil dari ciri khas orangnya yang selalu pake tas punggung kemana - mana dan kalau traveling itu aktivitas yang dilakukan…kegiatan basic atau dasar atau utama yang dilakukan orang - orang yang bergerak di komunitas itu…. begituuuu…tapi sejarah panjangnya gak bisa tak ceritain disini dulu ya…belum punya referensi yang jelas…haha ngeles aja sih…biar gak ketahuan kalau belum baca…tapi…kalau menurut aku…sedikit bocoran aja ya…backpacker atau traveler ini nenek moyangnya semua petualang bahkan termasuk para pendaki…tahu gak alasannya ? perjalanan atau kegiatan bepergian itu memang awalnya dilakukan oleh orang - orang pejalan kaki yang hanya membawa bekal seadanya (banyak sejarahnya kok) sampek akhirnya muncul banyaknya catatan - catatan perjalanan para petualang super duper asoy men….

Oke…balik lagi ke soal pertemuanku malam ini bersama D’Traveler….aku punya satu simpulan yang menjawab pertanyaanku. Dimanakah pemuda - pemuda asyik yang benar2 peduli dengan budaya Blitar ? dan juga apakah saya bisa join….Jawaban pertama di D’Traveler dan jawaban kedua…tentulah…saya kan juga anggota cyber lama rek…wakakakakakkakakakaka……
Kehidupan kerajaan atau sejarah apapun benar - benar dibahas dan didiskusikan dengan sangat uenak buanget. Kebetulan ini bakalan ada buber..Alhamdulillah guys…ane ditunjuk untuk ikut ngisi materi juga…semoga ane bisa share sedikit ilmu - ilmu ane….dan ini semoga benar - benar jadi pintu awal ane untuk aktif lagi bersosialisasi di bidang kepemudaan yang penuh dengan cerita…hehe…so sweet…

Malam ini…aku benar - benar super duper thanks buanget buat kakak superku yang punya ide nongkrong malam ini. Makin sayang punya sahabat, teman, sodara kayak dia…hehe….
Sekian dari saya…apa cerita kalian ?