Senin, 29 April 2019

TEKS DEBAT (DEFINISI, CIRI, STRUKTUR, DAN CONTOH TEKS)


A.  DEFINISI
Pengertian debat menurut para ahli yaitu sebagai berikut.
·    Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Debat adalah pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.
·    Menurut G. Sukadi
Debat adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan.
·    Menurut Hendri Guntur Tarigan
Debat adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan satu pihak.
Dapat disimpulkan debat adalah suatu kegiatan mengadu argumentasi antara dua pihak atau lebih yang bersifat perorangan ataupun kelompok didalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan.

B.  CIRI-CIRI
Ciri-ciri debat terdiri dari beberapa poin berikut ini.
·      Mempunyai dua sudut pandang yaitu afirmatif atau pihak yang menyetujui topik debat dan negatif atau pihak yang tidak menyetujui topik debat.
·      Adanya proses saling mempertahankan pendapat antara kedua belah pihak.
·      Adanya saling mengadu argumentasi untuk tujuan memperoleh kemenangan.
·      Hasil debat diperoleh melalui voting dan keputusan juri.
·      Terdapat sesi tanya jawab yang sifatnya terbatas dan bertujuan untu menjatuhkan pihak lawan.
·      Adanya pihak yang berperan sebagai penengah yang dilakukan oleh moderator.

C.  STRUKTUR TEKS
Berikut adalah struktur debat yang baik.
·      Pengenalan
Pada struktur ini setiap tim (baik tim afirmasi, tim oposisi, dan tim netral) memperkenalkan diri.
·      Penyampaian Argumentasi
Pada penyampaian argumen ini, setiap tim menyampaikan argumentasi terhadap topik yang dimulai dari tim afirmasi, lalu tim oposisi dan diakhiri dengan tim netral.
·      Debat
Pada debat, masing-masing tim mengomentari setiap argumentasi dari tim lainnya.
·      Simpulan
Pada kesimpulan, setiap tim memberikan ungkapan penutup terhadap pernyataan topik yang sesuai dengan posisinya.

D.  CONTOH TEKS
Pembahasan:
Mosi debat "pemerintah menetapkan full day school bagi sekolah-sekolah"
Moderator:
Berita mengenai ketetapan pemerintah untuk menerapkan full day school bagi semua sekolah, telah mengejutkan banyak pihak, terutama bagi orang tua siswa. Komentar-komentar positif yang mendukung dan komentar-komentar negatif yang menolak, membuat kita berpikir, apakah Indonesia sudah tepat menerapkan full day school untuk semua tingkat pendidikan?
Tim afirmasi (tim yang menyetujui mosi)
Kami dari tim afirmasi sangat menyetujui keputusan pemerintah mengenai full day school bagi sekolah. Dengan ada full day school, siswa-siswa dapat belajar secara optimal dan diawasi langsung oleh guru pembimbing mata pelajaran siswa.
Tim oposisi (tim yang menolak mosi)
Kami dari tim oposisi menolak ketetapan tersebut. Karena sebagai anak-anak, kami juga membutuhkan waktu untuk mengembangkan diri sendiri dan bersosialisasi dengan keluarga dan masyarakat.
Tim netral
Sebagai seorang siswa, kami memang butuh bimbingan dari pihak sekolah dan keluarga. Ilmu memang penting, tetapi begitu pula dengan keluarga dan bersosialisasi dengan masyarakat. Memang kami harus pintar-pintar membagi waktiu agar masa muda kami tidak berlalu begitu saja tanpa manfaat sama sekali.

Kesimpulan
Berdasarkan argumen yang diberikan oleh tim afirmasi, tim oposisi, maupun tin netral, dapat kita ambil kesimpulan bahwa Pemerintah Indonesia masih perlu menyesuaikan beberapa hal dalam penerapan lima hari sekolah agar psikologi perkembangan anak-anak Indonesia tidak hanya dijejali dengan ilmu pengetahuan saja, tetapi juga dapat menikmatinya dengan penuh bertanggung jawab. Dukungan dari keluarga juga sangat penting dalam pelaksanaan lima hari sekolah ini, sehingga perkembangan


Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/10697466#readmore

Referensi
www.google.com

Dibuat untuk TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER MATA KULIAH ANALISIS WACANA

FLORENSIA DITA DWI KURNIANTI / 1788201020 / PBI 4A / UNU BLITAR

Kamis, 24 Januari 2019

CERITA PENDEK

DIBALIK MUSIBAH ADA BERKAH

Namaku Dita. Saat ini genap usia 26 tahun. Baru saja berhenti kuliah tanpa ijasah dari pulau sebelah. Sebut saja musibah. Singkat cerita, aku berjumpa dengan teman sesama organisasi mahasiswa. Hanya saja kami berbeda domisili. Dia menawariku untuk membantu mengajar di sekolah tempat ia memimpin. PAUD Mawar di Desa Maliran. Berhubung sedang menganggur, aku iyakan saja. Semoga berkah walau dia tidak bisa menjanjikan upah untuk sementara waktu.
Beberapa hari setelah kami sepakat, kegiatan sekolah pun dimulai. Ups. Putar balik dulu. Tepat satu hari sebelum memulai kegiatan sekolah, aku dan temanku ini membersihkan seluruh perlengkapan dan peralatan yang diperlukan. Maklum, katanya sempat vacuum dikarenakan kekurangan tenaga pengajar. Semua dibersihkan dari debu-debu. Data-data yang basah kami jemur di bawah sinar matahari. Pekerjaan yang cukup membuat lelah. Tapi, mengingat wajah calon muridku nanti, semangatku kembali. Jujur, sekolah yang kutempati ini hanyalah sekolah yang memanfaatkan fasilitas rumah warga yang tidak digunakan lagi sebagai hunian. Bangunan desain kuno dengan hampir keseluruhan menggunakan bahan kayu kecuali lantainya, membuat kesederhanaan itu sangat terasa. Sekolah dengan bangunan sederhana dan jauh dari perkotaan membuatku serasa berpetualang di pedalaman. Seperti sekolah alam.
Aku jadi teringat dengan murid-murid kecilku di Bali. Pemukiman dekat bandara Ngurah Rai. Disanalah mereka. Aku sempat menjadi guru relawan beberapa kali di tempat itu. Berkat teman baik yang mengajakku serta untuk meramaikan Rumah Pelangi. Rumah pendidikan tambahan gratis bagi masyarakat pemukiman pinggiran di Kuta, Bali. Aku hanya bisa tersenyum mengingat tingkah mereka.
Hari pertama pun dimulai. Ditengah-tengah semangat tinggiku untuk berangkat mengajar, aku harus mendapat hadiah roda depan sepeda motorku bocor. Di jalanan yang jarang sekali aku lalui, hanya bingung yang kupunya. Beruntung ada polisi yang tengah menertibkan laju kendaraan. Aku pun mencoba mendekat untuk bertanya. Alhamdulillah, jalanan yang macet membuat polisi itu terlalu sibuk. Terpaksa aku harus mencari orang lain. Tapi tenang. Tidak jauh aku menuntun motor, ada ibu-ibu yang bisa kutanyai. Beliau menunjuk arah utara. Katanya tinggal lurus saja nanti ada tambal ban. Kuiyakan sembari menahan jantung yang berdebar. Aku sudah masuk area kabupaten. Semoga kata lurus saja ini benar-benar bukan luruuuuuuuuuuuuuuuus yang jauhnya aku tidak tahu berapa lama lagi untuk sampai.
Dua atau tiga menit kemudian aku sudah berhasil menuntun motorku sampai depan tambal ban. Sembari menunggu selesai, aku duduk istirahat. Masya Allah, setelah sabar menunggu tambalan yang cukup lama, akhirnya aku bisa melanjutkan perjalanan menuju PAUD Mawar. Rasa takut karena terlambat langsung sirna takkala sekolah masih hanya ada guru pengajar dan juga temanku Sang Kepala Sekolah. Hari pertama dibuka dengan sambutan dari Pengawas Sekolah. Entah sangat bahagia atau merasa geli aku tidak tahu. Atau terharu saja. Bermodalkan alas tikar dan meja lipat, hari pertama ini murid PAUD Mawar yang masuk berjumlah 8 anak. Allahu Akbar. Ada yang nangis minta deket sama ibunya. Ada yang ngambek ingin pulang. Ada yang dieeeem banget nggak tahu mau apa. Intinya semua belum siap sekolah. Terlihat gugup dan takut sepertinya. Aku hanya tertawa melihat wajah pucat mereka.
Setelah pembukaan sekolah, pelajaran di hari pertama pun dimulai. Sebagai guru pemula plus amatir ini, aku hanya bertugas sebagai pembantu guru senior. Kebetulan PAUD Mawar ini berlandaskan agama Islam. Jadi, doanya diawali dengan mengucapkan doa secara Islam. Doa yang dibaca adalah basmalah dan juga doa untuk orang tua. Kalau basmalah saya sudah pintar. Tapi, saat baca doa untuk orang tua, saya yang notabene juga termasuk baru dalam Islam, hanya bisa menelan ludah gugup. Sepertinya untuk kali ini giliran saya yang takut. Makulm, saya tidak hafal. Sembari melirik guru senior, pelan-pelan saya ikuti saja. Dalam hati, wah tidak hanya muridnya tapi gurunya juga ikutan belajar. Aku jadi teringat takkala aku sering diam-diam ikut belajar bersama anak-anak Rumah Pelangi berkaitan membaca doa.
Semakin hari semakin hilang kegugupan para murid dan semakin sepi juga yang datang. Di hari pertama yang datang 8 di hari-hari selanjutnya berkurang hingga hanya menyisakan 4 murid. Weleh-weleh. Saat kami mencoba mencari tahu, akhirnya kami pun menyimpulkan bahwa mereka masih anak-anak. Wajar kalau belum paham arti penting sekolah. Tapi, itu tidak mematahkan semangat kami untuk mengajar.
Saat mengajar aku sempat juga mencoba untuk daftar kuliah lagi. Begitu perkuliahan dimulai yang ternyata jadwalnya pagi, terpaksa aku harus berhenti dari mengajar. Murid favoritku juga sudah tidak sekolah lagi beberapa hari sebelum aku berhenti mengajar.
Walau hanya beberapa kali pertemuan, tapi aku bawa bekal pengalaman. Tidak hanya mengajarnya saja. Tapi, aku jadi hapal doa untuk orang tua. Berkat murid-muridku yang lucunya luar biasa, aku tahu rasanya dipanggil Bunda. Anak-anakku yang manis, Bunda juga belajar dari kalian.
Allah itu adil. Allah itu hebat. Dibalik pahitnya musibah. Masih saja Ia memberiku pelipur hati yang indah.
Ini kisahku. Bagaimana dengan kalian? -flo-

Selasa, 15 Januari 2019

Surat untuk Panglima Perang TNI Pertama di Indonesia

Untukmu Pak Soe...
Aku juga lahir di kota yang sama denganmu
Aku tumbuh di masa yang berbeda denganmu
Tapi, masa akhirmu yang merupakan masa perjuanganmu
Adalah masa masa perenunganku hingga kini
Kata kawanku di luar sana
Masa gentingmu itu masa romantisame kawula muda
Tapi bagiku tidak
Ini hari dukaku
Karena aku tahu, pada tanggal itu kau harus membayar atas keberanianmu demi negara ini
Karena aku tahu, keluargamu harus merelakanmu
Karena aku tahu, Indonesia kehilanganmu
Tenang Pak Soe...
Aku juga ingat semua pasukanmu
Aku pun bersedih
Pak Soe....
Blitar, aku, dan kau dari sini terjalin satu cerita
Cerita tanpa dimulai dan entah bagaimana bisa berkembang
Aku hanya merasakannya saja
Maaf Pak Soe...
Tidak bermaksud bermelankolia
Baret unguku juga tidak mengajarkan aku cengeng dan berdramatisasi bak telenovela
Aku hanya merasa demikian

Pak Soe...
Kulanjutkan perjuanganmu meski tak mungkin melampaui perjuanganmu

NKRI Dirgahayu

Sekian

Kamis, 10 Januari 2019

PUISI SINGKAT TANPA JUDUL

Dengan ini aku merasa tenang
Dengan ini aku tenang
Bernafas
Berdiam
Merenung

Melihatmu aku merasa tenang
Melihatmu aku tenang
Berdiam
Merenung
Membisu

Mendengarmu aku merasa tenang
Mendengarmu aku tenang
Merenung
Membisu
Tenang

Adamu, diammu, ucapmu
Aku tenang
Bernafas
Berdiam
Merenung
Membisu
Aku tenang

Rabu, 09 Januari 2019

SAJAK SINGKAT


Akupun masih tersadar,
dalam buai romantika surya
Kucoba bersandar,
pada ruang kata berlogika
Rapuh, lemah, dan tak bernyawa,
redup dan gelap tanpa suara
Hening itu indah, katanya
Nyatanya pilu belaka
Padanya dan padamu pemeluk jiwa,
akankah bertahan lama?
Bila senja enggan tiba,
pada semesta tanpa rona jingga
akankah tercipta hampa semesta?
Aku masih tersadar dan bersandar,
tapi elegi telah berlalu dalam bisu
Ketika surya pada peraduannya,
memeluk jiwa dengan rona jingga

Blitar,08/01/2019

Senin, 07 Januari 2019

CARA BERPROSES = HASIL

Selamat siang guys...dimanapun kalian membenarkannya. Kemarin, ditengah - tengah rasa lelah kucoba cari hiburan tanpa keluar rumah. Cari tontonan video di youtube. Ketemulah dengan siaran ulang tentang "Napak Tilas Perjuangan Jendral Soedirman yang dilakukan oleh Candhradimuka". Yup, mereka adalah para prajurit TNI Indonesia. Tepatnya TNI AD.

Pemutaran filmnya sangat bagus guys. Aku yang notabene juga sedang menempuh pendidikan semi militer di Resimen Mahasiswa kotaku juga sedikit tahu kegiatannya.

Perjalanan menapak tilas itu cukup berat guys. Dimulai dengan menyusuri tanjakan sejauh 6km. Waw. Kata prajurit yang melaksanakannya tanjakan itu adalah tanjakan terpanjang sepanjang perjalanannya dia di dunia militer.

Sungguh berat tapi aku juga ikut terharu takkala momen menaburkan bunga di atas pusara Jendral Soedirman dan memberikan penghormatan serta menyentuh pusaranya. Serasa aku ikut disana.

Momen indah adalah saat masih bisa menyempatkan untuk melaksanakan kegiatan beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing - masing. Sungguh perbedaan itu terlihat satu tanpa harus dileburkan.

Momen lucu dan membuatku tertawa adalah momen dimana ada salah satu siswa SD yang diminta berpura - pura menjadi tentara yang memimpin yel. Helm dan copel dikenakan pada siswa SD itu. Luar biasa. Suaranya menggelegar seperti tentara betulan. Bangga lihatnya. Semoga selalu semangat ya...!!!

Proses itu benar benar menyimpulkan ini di benakku guys.

Sesuatu yang biasa akan dilalui secara biasa hasilnya sudah pasti biasa.
Sesuatu yang luar biasa akan dilalui secara luar biasa bahkan serasa mau binasa tapi hasilnya tidak hanya luar biasa tapi istimewa.

Bangga padamu Pak Dirman.
Semangat terus para prajurit Indonesia.
I love you.

Jumat, 04 Januari 2019

INSPIRASIKU

Tuhan tidak menciptakan kita untuk dapat mewujudkan banyak mimpi sekaligus. Tuhan menakdirkan kita untuk menciptakan mimpi - mimpi satu per satu.

Tapi jangan berlega hati

Tidak hanya itu

Tuhan juga akan terlebih dahulu mengajarkan sakitnya saat mendapati mimpi masih hanya jadi bunga tidur walaupun saat mata terbuka telah kita coba tuk semaikan

Terkadang Tuhan pun tidak beri kita kesempatan untuk melihat mimpi. Hanya gelap dan gelap.

Tak jarang pula Tuhan hanya biarkan sakit itu meluap lewat tetes air mata

Sakit dan pahit yang berujung luka

Tapi tenanglah dan ingatlah ini untuk buatmu kembali bangkit dan berjuang sampai akhir

SAKIT KARENA PERJUANGAN ADALAH LUKA SEMENTARA. TAPI, JIKA MENYERAH LUKA ITU AKAN MENJADI SELAMANYA.

inspired by TNI AD