Senin, 16 Juli 2018

CATATAN KERESAHAN

Hay guys...
Banyak keresahan dalam hidup
Banyak kegelisahan dalam hidup
Bagi kita itu adalah masalah
Tapi...
Bagi para tetua yang sudah umur
Mereka akan berkata...Itulah hidup
Lembaran - lembaran soal
Soal yang membuat kamu masuk dalam ruang keresahan dan kegelisahan
Kenapa harus demikian
Karena itu adalah nyawa kehidupan
Kita ada karena memang ada sesuatu yang harus kita selesaikan
Apakah itu?
PERMASALAHAN HIDUP
Kenapa harus kita?
Jika bukan kita...
PASTI DAN MUTLAK tidak akan ada pertanyaan ini
Mungkin kita ada memang untuk membuat kita bertanya demikian
Hingga kita akan berjalan menuju ketiadaan
Ketiadaan yang tidak akan pernah terejawantahkan oleh logika kita
Sehingga pada akhirnya kita akan bertemu DIA yang juga tak terejawantahkan
YA....agar kita mengenal DIA yang menciptakan kita

By the way...
TUHAN itu COOL
Isn't it...

DAMN I LOVE YOU......
GOD

Minggu, 27 Mei 2018

MAD NOTE (POEM)

And my soul not feel anymore
Kill the time by my hand
And my soul will loose you

Eternally is never come
Intuition and insanity
Gamble of my life
Hit that
Take it only once

Blind...yeah...maybe I'm blind
Liar and mad
Embrace me so deep
Shut fuck up your bulshit mouth
Soul will find the Rhime of notes

Fuck with your side

Jumat, 25 Mei 2018

CERPEN HOROR

RUMAH BERHANTU

Kenalkan namaku Andi. Anak tunggal dari pemilik restoran ternama di kotaku. Keluargaku baru saja pindah rumah sebulan yang lalu. Katanya ini rumah bekas keluarga kaya gitu. Katanya sih rumahnya cukup seram. Tapi aku nggak percaya dengan hal – hal seperti itu. Mereka itu tahayul doang. Sampai pada akhirnya ada kejadian yang cukup membuatku berubah pikiran.
Siang itu sepulang sekolah setelah ganti baju aku langsung tidur dengan pulas. Badanku terasa sangat lelah. Soalnya saat pelajaran olahraga aku sangat bersemangat menggiring bola masuk ke gawang beberapa kali. Hari ini adalah pertandingan kelas yang sangat menyenangkan buatku. Aku berhasil mencetak gol lebih dari lima kali. Rekor buatku. Semoga minggu depan bisa lebih banyak lagi. Tapi, bukan ini juga yang menjadi masalah buatku sekarang. Gara – gara terlalu pulas tidur, aku baru terbangun pada pukul tujuh malam. Sontak aku langsung keluar kamar menuju ruang keluarga. Jam segini biasanya orang tuaku asyik menikmati acara dangdut di TV. Begitu kubuka pintu kamar, aku merasakan ada perbedaan dengan hari – hari biasanya. Rumahku sangat sepi. Bahkan ruang keluarga yang biasanya terang benderang, sekarang gelap gulita.
“Papa…Mama…!” panggilku setengah berteriak. Rumahku sangat sepi dan gelap gulita. Aku mencoba berfikir positif. Mungkin sedang mati lampu. Kalau mati lampu, orang tuaku selalu memilih untuk duduk – duduk santai di teras depan. Pelan – pelan kuturuni tangga menuju pintu depan.
Saat menuruni tangga kurasakan hawa yang sangat tidak enak. Rumahku benar – benar seperti rumah angker. Aku langsung ketakutan begitu teringat film Susana yang kutonton kemarin siang dengan temanku. Jantungku berdetak sangat cepat. Sepertinya wajahku mulai memucat. Perlahan kutengok belakang. Berharap tidak akan ada makhluk seram yang muncul.
“Please…jangan ada yang muncul…” bisikku pelan, “saya anak baik – baik mbak setan…”
Haduh. Kenapa malah jadi ingat setannya Susana. Aku langsung berlari menuruni tangga. Gara – gara terburu – buru, aku terjatuh waktu menuruni anak tangga yang terakhir. Lututku membentur lantai. Walau tidak sampai lecet tapi cukup sakit juga.
“Aduh…sakit…” keluhku. Kutoleh sofa di depan TV. Aku hanya bisa tertegun mendapati seseorang tengah duduk di sana. Rambutnya sangat mengerikan. Aku tidak berani melihat wajahnya. Badanku mulai bergetar hebat. Seluruh persendianku melemas. Aku tidak bisa beranjak kemana – mana.
Tiba – tiba sosok itu menoleh ke arahku. Wajahnya sangat seram dengan muka penuh borok. Belum sempat aku berteriak, tiba – tiba dia terbang mendekatiku dengan cepat.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAARRGGGGGGGGGGH………!!!!!!” teriakku kencang.
“Andi…Andi…”
Kubuka mataku. Ternyata Papa dan Mama berada di sampingku. Kutoleh kanan dan kiri. Kedua orang tuaku tampak panik.
“Aku dimana Ma?” tanyaku ketakutan.
“Kamu di kamar sayang,” jawab Papa, “kamu kenapa?”
“Perasaan tadi aku ada di bawah deh…” jawabku gugup.
“Iya…kamu tadi pingsan di dekat lantai. Maaf ya, Papa sama Mama baru aja pergi ke rumah tetangga. Disana ada yang meninggal. Jadinya kami berdua pergi takjiah. Besok kan kita harus pindah dari sini. Kamu kenapa Nak?” tanya Papa.
“Berarti itu tadi nyata,”jawabku lirih.
“Jangan bilang…kamu dihantui ya?” tanya Mama tampak ketakutan juga.
“Kok Mama tahu?”
Papa dan mama saling berpandangan.
“Sekarang sudah malam,” Mama berusaha mengalihkan pembicaraan, “Besok saja kami ceritakan.”
Besoknya saat di dalam mobil kedua orangtuaku masih saja diam. Padahal banyak sekali pertanyaan yang ada dibenakku. Siapa hantu itu? Terus kenapa tiba – tiba ngajak pindah lagi. Saat kami berhenti di salah satu restoran untuk sarapan, mereka pun mulai bercerita.
“Gini…awalnya Mama juga nggak pernah percaya dengan hantu,” ucap Mama serius. Ia tampak tegang. Setelah berhenti beberapa saat, Mama melanjutkan kembali, “Malam pertama di rumah baru, Mama kan cuma sendiri di rumah. Kalian berdua pergi futsal. Waktu Mama pergi ke dapur, ada suara yang serem banget dari belakang pintu. Kayak suara rintihan itu.”
“Pintu mana Ma?” aku ikut tegang.
“Pintu kamar mandi samping dapur.”
“Kalau kita pergi…rumah cuman ada Mama aja,” suaraku bergetar. Bayangan perempuan buruk rupa itu kembali terngiang.
“Iyalah…makanya Mama takut banget. Mana suaranya serem banget.”
“Katanya Mama kamu, nggak sampai disitu. Mama kamu juga mendengar suara ketukan pintu dari dalam kamar mandi,” lanjut Papa.
“Apa?” aku terkejut, “Bentar. Kamar mandi ada yang ngetuk. Duh, hantu emang kagak ngerti pintu depan kali ya. Ngetuknya dari kamar mandi,” ucapku ngibul berusaha menghilangkan rasa takut.
“Kamu ini. Mana ada di dunia perhantuan pake aturan ketok pintu dari depan,” omel Mama kesal. Disandakarkan badannyya ke kursi.
“Terus Mama gimana…”
“Mama lari ke depan. Nunggu kalian di teras,” Mama mengambil minumannya dan meneguknya setengah, “kamu nggak denger apa kata pemilik rumah sebelumnya?”
“Soal apa Mah?”
“Soal kamar mandi dekat dapur yang nggak boleh dipake dulu sebelum diperbaiki sama tukang. Makanya dikunci dan dibawa sama pemilik sebelumnya.”
“Oh iya…” aku menepuk jidat, “Ingat Ma.”
“Ditambah lagi, selama beberapa hari setelah kejadian itu setiap sore kalau lewat depan kamar mandi selalu ada bau bangkai yang nggak enak.”
“Iya…Papa juga,” lanjut Papa, “tapi Papa berusaha cuek. Mungkin karena sudah lama nggak dipake dan lagi rusak.”
“Terus…”
“Waktu tiga minggu yang lalu, Papa kan pulang malam. Mama udah tidur. Iseng karena belum ngantuk, Papa nonton TV sendirian. Kira – kira jam 12 malam. Tiba – tiba Papa ngeliat ada perempuan yang mengerikan banget melintas cepat di depan Papa. Langsung dah Papa kamu matiin TV dan lari ke kamar.”
“Jangan – jangan, makhluk yang…”
“Bisa jadi makhluk yang sama dengan yang kamu liat,” potong Papa.
“Sejak kita berdua saling cerita, tiap malam kami berdua pasti didatangi,” ujar Mama, “Udah nggak tahan, akhirnya Papa sama Mama pergi ke orang pintar. Dari situ kita tahu…”
“Rumah itu berhantu?” tanyaku penasaran.
“Bukan hanya berhantu saja,” bisik Mama, “Tapi, bekas orang bunuh diri. Tepat, di kamar mandi itu.”
“APA?!!” teriakku kencang. Serta merta Papa membekap mulutku.
“Jangan kenceng – kenceng,” bisik Mama, “Katanya, pembunuhan itu baru terjadi sekitar setahun yang lalu. Ceritanya anak perempuan mereka stress setelah diperosa bergilir oleh pacar dan temannya. Waktu malam – malam, dia mengunci di kamar mandi. Besok paginya ketika kamar mandi itu didobrak, dia sudah ditemukan dalam keadaan muka penuh sayatan, lehernya digorok, dan lengannya juga penuh sayatan. Pokoknya mengenaskan banget.”
“Orang rumah nggak ada yang kuat tinggal disitu sejak kematian anak perempuan itu. Tapi ya gitu. Katanya nggak ada yang kuat tinggal di rumah itu. Kalau misalnya dihantui terus saling cerita, yang dengerin cerita itu juga akan lebih banyak dihantui. Pokoknya kalau kamu dihantui dia, kamu pasti bakal dihantui terus. Orang yang dengar cerita kamu juga akan dihantui,” ujar Papa, “Tapi, untungnya dia hanya menghantui di dalam rumah itu saja.”
“Untung aja, kita segera pindah. Bisa – bisa malam ini aku diteror lagi sama dia,” ujar Andi bernafas lega.
“Makanya, begitu kami cerita seperti itu, kami langsung ajak pindah,” Papa mengakhiri cerita.
Kami bertiga segera menyelesaikan sarapan. Tidak terbayang sedikit pun dibenak mereka akan mengalami kejadian yang sangat horror.
“Kita pindah kemana Ma?” tanyaku saat masuk ke dalam mobil.
“Kita di rumah nenek aja dulu,” ujar Mama, “Mama masih trauma beli rumah. Takut dapat rumah yang nggak beres lagi. Kemarin pemiliknya langsung Papa labrak. Untung setengah dari pembayarannya mau dikembalikan. Pantes saja harganya murah. Mana pake ngunci ruangan berhantu segala.”
“Kita sekarang aman kan?” tanyaku memastikan.
Papa dan Mama mengangguk mantap. Mobil pun melaju meninggalkan restoran. Pagi itu jalanan tidak terlalu ramai. Maklum, jam sekolah sudah dimulai. Orang – orang juga banyak yang sibuk di kantor. Tinggal di kota kecil enaknya gini. Jauh dari kata macet. Sejujurnya masih nggak percaya bakal ngalami kejadian ini.
“Btw…Papa Mama kok baru cerita sekarang sih? Tahu gitu kan udah pindah dari kemarin – kemarin,” ujarku penasaran. Tapi kesal juga karena dibiarin tinggal di rumah berhantu.
“Awalnya kami pikir hanya ilusi saja. Semua cerita dari orang pnitar itu cuman ngibul. Maklum, Papa sama Mama kan capek kerja. Jadi, kami pikir itu hanya efek lelah aja,” jawab Mama, “Tapi, begitu melihat kamu pingsan di tangga, kita jadi percaya.”
“Untung bahaya itu sudah lewat,” ujarku lega, “Cukup ini yang pertama dan terakhir.”
Iseng kutoleh ke belakang.
“ARRRRRRRGGGGGG………!!!!!”
“Kenapa sayang?” tanya Mama terkejut.
“Nggak papa Ma…teriak aja…” ujarku santai lalu kembali menoleh ke depan.
“Yeeee……………” bikin takut aja. Mama kembali melihat ke depan.
Aku tersenyum pura – pura santai. Bingung mau berbuat apa, nggak bisa ngomong karena lidahku kelu. Perlahan kubuka HP dan mengirim pesan.
Ma, katanya dia g bisa nakutin kita kalau d luar rumah. Kok dia ikut kita ya? Dia sekarang ada di belakang kita. Duduk di belakang Andi.
Mama yang membaca itu cuman bisa kasih liat ke Papa. Seketika suasana dalam mobil berubah menjadi hening. Kami bertiga pucat pasi. Tegang. Nggak tahu harus berbuat apa. Saat kulirik kursi kanan sebelahku, makhluk itu sudah duduk di sana.

GLEK.

Minggu, 13 Mei 2018

DUKAKU UNTUKMU

Lagi dan lagi....
Mereka kembali mencuat ke negeri ini...
BOM kembali hadir...
Kali ini ia datang ke Kota BONEK... SURABAYA..

Gua emang enggak ngerti sisimatis mereka...
Tapi...apa yang telah terjadi dan menimpa umat Nasrani di Surabaya...
Gua cuman bisa bilang...RIP for you my familia....

SEMOGA TABAH
KITA HARUS TEGAR...
MASIH ADA HARI ESOK...

Minggu, 18 Maret 2018

SIANG YANG PANAS

Halo kawan...
Saat ini aku lagi ada di basecamp baru. Di posko K77. Poskonya anak - anak HIMAPRODI PBI.
By the way...
Di siang yang panas ini bagaimana dengan kehidupan kalian?
Adakah hal - hal yang membuat kalian BT, sedih, atau get down...??
Aku harap tidak ada...
Bersemangat selalu kawan...
Sesakit apapun itu...
Merek akan semakin merasa menang jika melihat kita jatuh dan tidak berdaya.......

BYE...........

Minggu, 21 Januari 2018

CATATAN PERJALANAN AWAL TAHUN 2018



MY MEMORY WITH BUTAKALA’S FAMILY

(ANIVERSARY 9th D’TRAV BLITAR)

FOTO 1 FOTO BERSAMA D'TRAV FAMILIA
 
Hai guys…lama sekali saya tidak menulis cerita di blog tercinta ini. Nah, untuk mengobati rasa rindu pada dunia tulis via online ini…saya akan berbagi satu catatan perjalanan yang cukup istimewa hari ini. Judulnya…udah tertera di atas kan yak…tapi okelah…saya tulis lagi. MY MEMORY WITH BUTAKALA’S FAMILY (ANIVERSARY 9th D’TRAV BLITAR) di Pendopo Ronggo Hadi Negoro yang terletak di kantor kabupaten Blitar. Tepatnya di utara Aloon – Aloon kota Blitar. Oya, tepatnya kegiatan ini dilaksanakan tanggal 21 Januari 2018 mulai dari pkl 09.00 – 14.00 WIB. Gimana ceritanya…simak terus ya guys…

Kebiasaan jelek saya yang sedikit mengulur waktu untuk melakukan kegiatan membuat saya datang terlambat di acara yang cukup penting. Perayaan ulang tahun D’TRAV. Apa sih D”TRAV itu? D’TRAV itu komunitas pecinta traveling yang didirikan oleh sahabat saya di SMA sejak tahun 2009. Alhamdulillah tahun ini memasuki usia ke 9. Kalau tahun kemarin dirayakan dengan syukuran tumpeng di Perpustakaan Bung Karno Blitar, tahun ini perayaannya diadakan dalam bentuk seminar dan workshop di Pendopo Ronggo Hadi Negoro Kabupaten Blitar yang terletak di utara Aloon – Aloon Kota Blitar. Saat saya tiba dengan motor beat kesayangan…hehe…acara sudah dimulai dengan kegiatan touring sekitar pendopo. Disana sudah ada beberapa guide yang memberikan penjelasan tentang bangunan yang ada disana. Sekilas dari yang saya simak, pendopo ini masih tetap berungsi sebagai acara upacara tertentu walaupun sekarang pemerintah kabupaten sudah memiliki kantor di kabupaten Kanigoro. Seluruh ruangan boleh dimasuki. Dimana ruangan ini terdiri dari beberapa ruang. Semuanya berisikan kursi dan meja yang ditata sedemikian rupa dengan ornament yang penuh nuansa klasik dan perpaduan eleganitas jaman sekarang. Namun, ada satu ruangan yang tidak boleh dimasuki yaitu ruangan bupati. Penasaran kan seperti apa isi yang ada di dalam pendopo…buat teman – teman yang penasaran…silahkan datang berkunjung setiap hari Minggu mulai jam 09.00 – 14.00 WIB. Pada hari itu dibuka untuk pariwisata umum lengkap dengan pemandunya. Oya, tiket masuknya GRATIS TOTAL….

Oke lanjut, setelah kegiatan touring acara dilanjutkan dengan kegiatan seminar dan workshop. Diantaranya terdiri dari pengenalan D’TRAV oleh salah satu pendiri D’TRAV…teman baik saya…Gali Hardyta. Selain pengenalan Mas Bro yang satu ini juga berbagi wawasan tentang bagaimana menjadi traveler yang smart. Materi kedua disampaikan oleh Bapak Samsulanam, ST., MM., perwakilan dari Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Blitar. Judulnya Peran Traveler dalam Promosi dan Perkembangan Pariwisata. Materi yang beliau sampaikan sangat menarik. Lanjut materi ketiga yaitu dari Bapak Luhur Budiono selaku Ketua Porbudpar Kabupaten Blitar. Beliau menyampaikan wawasan tentang hak dan kewajiban traveler. Setelah penyampaian materi diadakan sesi tanya jawab. The next session is coffe break. Seluruh peserta diperbolehkan untuk menikmati snack dan minuman yang telah disediakan panitia. Bagi yang ingin melaksanakan shalat juga sangat disarankan. Sebagai pengantar pada sesi terakhir, panitia menyuguhkan satu penampilan tari kreasi tradisional berasal dari Jogja yang berjudul Tari Galier oleh salah satu anggota D’TRAV yang bernama Neneng Chusna. Penampilan yang cukup menarik dan menghibur. Lanjut ke sesi terakhir. Penyampaian materi yang sangat ditunggu – tunggu oleh semuanya. Termasuk saya (haha…kalau boleh jujur…ini materi yang paling membuat saya semangat untuk datang). Apakah itu ? Materinya adalah tentang PHOTOGRAPHY dari NICON CLUB JAWA TIMUR. Pematerinya bernama Nevi Destriandri. Disini dijelaskan tentang kunci utama bagaimana mengambil gambar dengan menggunakan kamera. Tentu saja dilengkapi dengan beberapa foto sebagai contohnya. Kemudian acara selanjutnya sesi tanya jawab. Di bagian akhir MC (baca: Zidny dan Hesti) membagikan hadiah doorprize berupa 4 sandal gunung dari azimuth dan sebuah kaos official dari D’TRAV. But, I have unlucky number. Saya gak dapat hadiahnya. Hahaha…eh salah…Hiks Hiks hiks…. Acara pun ditutup oleh MC dan diakhiri dengan sesi narsis berjama’ah. ASYEK.
Sangat menyenangkan sekali mengikuti kegiatan ini. Dari pemaparan materi yang sangat padat dapat saya ambil kesimpulan seperti ini.
“D’TRAV adalah komunitas yang memang murni ingin membagi wawasan tentang apa aja yang ada di Blitar. Dalam artian tidak hanya tentang pariwisata. Tapi juga tentang kebudayaan sebagai bagian dari asset bangsa dan sarana prasarana edukasi bangsa. Pokoknya segala sesuatu yang menjadi bagian dari sebuah perjalanan yang menyenangkan saat ingin berlibur atau melepas penat. Perjalanan edukatif dan dedikatif. Nah, untuk menjadi seperti itu harus menjadi traveler yang SMART. Salah satunya harus selalu pandai meperkirakan segala kemungkinan yang akan terjadi saat melakukan traveling. Seperti CUACA, ATURAN TEMPAT TERSEBUT, dan juga ATTITUDE. Nah, kalau sudah menjadi traveler yang SMART…ada nilai lebihnya teman – teman. Ternyata traveler itu memiliki nilai istimewa. Tahu nggak…traveler kan selalu memberikan informasi dari hasil perjalanannya ke publik, jadinya secara tidak langsung….informasi ini juga membantu pemerintah dalam mengembangkan dunia pariwisata di kota tercinta kita. Haha…keren kan? Itu yang menyampaikan dari Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Blitar sendiri lho teman – teman…..yaitu sebagai bagian dari input dan output data dunia pariwisata. Tapi jangan berbangga berlebihan ya teman – teman. Kata Bapak Porbudpar tercinta kita….sebagai traveler harus sadar akan hak dan kewajiban yang dijalankan secara seimbang. Nah, untuk hal paling penting. Wakakakakakaka….hobi para traveler kita (termasuk saya). Narsis time…hahaha….nggak – nggak…tapi pembuatan dokumentasi gambar agar informasi yang diberikan lebih menarik. Kata Abang Nevi dari Nikon Club ini….semua harus dipelajari berdasarkan jam terbang. Semakin banyak berlatih akan semakin mahir. Eits…belajar apaan sih? Jepret – jepret doang? Yah…bertahun – tahun jepret juga udah. Tapi tetep aja nggak bisa hasilin foto yang bagus. Bukan itu….tapi belajar bagaimana mengatur cahaya, mengatur komposisi, dan angle foto. Nah, katanya butuh ketajaman feeling. Hehe….mau ahli foto…nyok giat berlatih. Apalagi kalau bisa ambil foto yang bagus bisa menghasilkan rejeki lho…..

Nah dari simpulanku yang puanjang tadi inti dari kegiatan tadi alias lebih intinya lagi berangkatlah menjadi traveler yang memiliki komunitas yang dapat dipertanggungjawabkan agar aman lahir batin. Terus pahami aturan – aturan menjadi traveler agar selamat lahir batin. Jangan lupa bagi hasil perjalanan untuk ikut serta mengembangkan pariwisata di kota kalian. Sekalian seimbangkan hak dan kewajiban. Terakhir, rangkum semua dalam dokumentasi yang cantik.

Hhhhhhh……………aku bahagia hari ini. Melewatkan hari bersama D’TRAV. Lumayaaaan…..dapat oleh – oleh sertifikat dan juga stiker. Oya, sama foto yang kece badai. Semua fotonya aku taruh di bawah ya guys.

Sekian dulu…catatan perjalananku yang mengisi kehidupan seorang DITA hari ini. Semoga aka nada catatan perjalanan lainnya lagi. BYE!!!!!!! (Kalau ada penulisan yang keliru…mohon maaf ya…keadaan sudah mulai hilang fokus).

FOTO 2 TOURING PENDOPO 1

FOTO 3 TOURING PENDOPO 2

FOTO 4 GUIDE DARI PENDOPO

FOTO 5 BERBURU INFORMASI PADA GUIDE YANG KEREN

FOTO 6 PEMBUKAAN SESI SEMINAR DAN WORKSHOP OLEH MC (ZIDNY DAN HESTI)

FOTO 7 SESI MATERI DARI BADAN PROMOSI DAN PENGEMBANGAN PARIWISATA KAB. BLITAR

FOTO 8 SESI WORKSHOP FOTOGRAFI

FOTO 9 SUASANA SEMINAR DAN WORKSHOP

FOTO 10 MASIH SAMAAAAA.....HEHE....

FOTO 11 ISI WAKTU SAAT COFFE BREAK......NARSIS TIME...MUKUCIH ADEK BAGUS UDAH MOTOIN

FOTO 12 PENAMPILAN TARI GALIER BY CHUSNA D'TRAV

FOTO 13 FOTO DENGAN CHUSNA SANG PENARI D'TRAV

FOTO 14 NARSIS DENGAN SLEMPANG #SHAREBLITAR DI DEPAN PINTU PENDOPO...MUUCIH UDAH DIPOTOIN (HHH....LUPA SIAPA TADI...ADEUH)

FOTO 15 SALAH SATU PEMBAGIAN DOOR PRIZE

FOTO 16 TERIMA KASIH PARA OPERATOR.....SEMANGAT!!!

FOTO 17 SELFIE BERJAMA'AH DULU SEBELUM PULANG

FOTO 18 NGINTIP SESI EVALUASI PANITIA


- THE END -


Kamis, 01 September 2016

CATATAN BEGADANGKU MALAM INI



Merasakan jatuh cinta secara penuh karena saling mencintai itu sangat indah. Merasakan menjadi manusia yang utuh. Seolah menemukan tempat untuk bergantung. Yah…mungkin itu memang sangat tepat jika kita kaitkan dengan istilah yang diucapkan oleh baginda Muhammad SAW tentang sosok perempuan yang diibaratkan sebagai kalung perhiasan. Kalung perhiasan ini baru akan terlihat cantik apabila dikenakan di leher seseorang. Nilainya akan benar - benar terlihat hidup. Wanita akan menggantungkan hidup pada sosok laki - laki.
Proses pencariannya pun tidak mudah. Terlebih dahulu bertemu dengan sosok yang tidak tepat. Okelah, mungkin tidak semua orang seperti ini. Ada juga yang langsung bertemu dengan sosok yang tepat. Tapi, di luar sana banyak juga yang harus berkelana dari satu sosok ke sosok yang lain hingga akhirnya bertemu dengan sosok yang pas. Tidak…itu bukan semacam pergaulan bebas penuh birahi dan nafsu. Tapi, lebih kepada dorongan rasa kesepian dan keinginan untuk dicintai. Aku lebih senang menyebutnya demikian.
Hm…jatuh cinta itu memang sangat rumit. Bahkan, jatuh cinta materinya tidak ada di sekolah. Katanya… Kalau kataku sebenarnya ada…dibalik keistimewaan diri yang didapat dari banyak belajar untuk menjadikan pribadi kita pantas maka, akan ada cinta disana yang menanti untuk menjemput kita.
Permasalahan hari ini adalah pribadi yang pantas untuk dicintai itu seperti apa ya? Pribadi yang cerdas akan ilmu pengetahuan ? cantik secara fisik ? ahli dalam kereligian ? tampan…cantik…atau hal - hal yang serba wah di mata manusia. Apakah itu ?
Bagiku….pribadi yang pantas dicintai adalah pribadi yang selalu siap menerima kekurangan dan menerima kelebihan pasangan. Inilah yang pantas dicintai. Tidak perlu mempunyai kriteria seperti di atas. Bagiku cinta itu menemukan kepribadian yang tidak sempurna tapi dilihat tetap sempurna. hahaha… Semua itu hanya akan tercipta dengan satu kata. PENERIMAAN.
Kok di sekolah ? Ya…di lembaga pendidikan karakter. Dengan memahami karakter akan membuat kita paham tentang manusia. Akhirnya kita bisa belajar untuk menilai secara bijak.
Satu hal juga jangan pernah dilupakan. KEYAKINAN PADA SANG ILLAH…DIA YANG MENJADI JURU MAK COMBLANG PALING DAHSYAT DI DUNIA INI MELEBIHI MAKHLUK MANAPUN.
Hm…Berbicara tentang cinta malam ini…semoga seseorang yang diam - diam mengobati lukaku…mendapatkan tidur dan mimpi yang indah untuk malam ini…nice dream untuk kamu…